"Kolaborasi ini bakal mendorong kesempatan meraih pendapatan baru untuk kedua perusahaan dan membentuk era komputer mobile selanjutnya," tukas Anand Chandrasekher, Senior Vice President Intel yang dilansir BBC dan dikutip detikINET, Rabu (24/6/2009).
Kedua perusahaan menyatakan kemitraan ini bakal berpusat pada beberapa proyek software Open Source, yakni Moblin yang dikembangkan Intel dan sistem operasi Maemo dari Nokia. Intel juga bakal meraih lisensi Nokia yang digunakan dalam chip modem untuk berhubungan dengan jaringan 3G.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bakal mengeksplorasi ide baru dalam soal desain, material dan layar yang akan berada jauh di atas perangkat dan layanan yang ada di pasaran sekarang ini," tutur Oistamo.
Para analis teknologi menyambut gembira kerja sama antara Intel dan Nokia ini. Will Strauss selaku analis di Forward Concepts menilai Intel lama mencoba memasuki pasar mobile yang merupakan masa depan teknologi. Dengan menggandeng Nokia selaku produsen handset terbesar dunia, Intel pun mendapat sejumlah keuntungan.
Sedangkan bagi Nokia, kolaborasi dengan Intel bisa berarti langkah awal untuk memasuki pasar notebook ataupun netbook. Sebab nama besar Intel di pasar komputer jinjing bakal meningkatkan daya saing Nokia.
Adapun Gerri Purdy, pengamat dari Frost & Sullivan menganggap duet ini menguntungkan kedua pihak. Produk yang bakal dihasilkan, meski mungkin masih lama diluncurkan, punya potensi besar untuk mengguncang pasar handset. (fyk/ash)