Demikian diungkapkan Direktur Utama PT INTI Irfan Setiaputera saat berbincang dengan detikINET di sela pembukaan seminar 'Gaming Industry, Prospek, Tantangan dan Peluang Bagi Anak Bangsa' di auditorium Gedung Kantor Pusat (GKP) PT INTI, Bandung, Selasa (19/5/2009).
"Memang bagi beberapa perusahaan, penggunaan kata itu (right sizing-red.) sebagai sebuah kata-kata pemanis untuk PHK. Tapi bagi kami, kata tersebut berarti untuk memposisikan SDM lebih tepat," kilahnya, Selasa (19/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Irfan, Direktur SDM dan Umum PT INTI Dayu Rengganis juga mengatakan bahwa tidak ada SDM yang tidak terpakai.
"Untuk masuk ke INTI saja susah. Perlu melalui berbagai macam tes. Jadi saya percaya tidak ada yang tidak terpakai di sini. Misalnya ada kemampuan khusus yang diperlukan oleh divisi tertentu, tinggal kita didik dulu. Setelah siap pakai baru kita tawarkan kembali," katanya.
Irfan menambahkan, saat ini ada empat bidang utama di perusahaan yang dipimpinnya. Keempat bidang tersebut adalah sales, operation, support dan keuangan.
"Jadi tinggal diarahkan kemana potensi SDM tersebut. Tidak mungkin mereka tidak bisa di salah satu bidang tersebut," pungkasnya.
Sebelumnya, ramai diberitakan bahwa PT INTI akan melakukan pengurangan pegawai sebanyak 700 orang. Hal ini dikarenakan catatan negatif yang dicapai BUMN tersebut yang mencatat omzet Rp 1 triliun namun tetap rugi Rp 10 miliar.
(afz/ash)