Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
PC Shipment Diprediksi Tetap 2,2 Juta Unit

PC Shipment Diprediksi Tetap 2,2 Juta Unit


- detikInet

Jakarta - Industri PC Tanah Air dinilai jangan terlalu berharap yang muluk-muluk di tahun 2009 ini. Mempertahankan penjualan di tahun 2008 saja juga sudah bagus.

Demikian dikatakan Ari Kunwidodo, Direktur OEM Microsoft Indonesia kepada beberapa wartawan di sela peluncuran produk baru Axioo di Planet Hollywood, Jakarta, Selasa (21/4/2009).

Menurut hasil analisa internal Microsoft yang digabungkan dengan riset Gartner dan IDC, PC shipment (pengapalan) di Indonesia pada 2009 ini diprediksi kurang lebih sama dibandingkan tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Cenderung flat di angka 2,2-2,3 juta unit, bahkan bisa mengarah negatif, tapi gak terlalu besar jaraknya," ujarnya kepada beberapa wartawan.

Segmentasi produk diyakini bakal lebih didominasi notebook, dengan presentase 55-56 persen ketimbang komputer desktop, dengan 14,6 persen atau sebanyak 351 ribu di antaranya didominasi netbook alias laptop mini .

Pun demikian, lanjut Ari, bukan berarti komputer desktop sudah kehilangan peminat. Sebab, meski tak terlalu besar seperti tahun-tahun sebelumnya, penjualan komputer desktop juga masih diminati pelanggan, terutama dari sektor korporat.

Industri Berevolusi


Di tahun 2009 ini juga diyakini telah terjadi pergeseran di industri PC. Dulu, industri masih didominasi produk PC mainstream, yang memiliki harga US$ 550 - US$ 900, tapi kini sudah beralih ke sektor produk value, yang dibanderol di harga kurang dari US$ 550.

"Sekarang produk value mendominasi dengan 60 persen, sedangkan mainstream 30 persen. Sisanya dipegang produk premium (di atas US$ 900) dengan 10 persen," jelasnya.

Pergeseran ini memang sesuatu yang wajar. Pasalnya, para calon pembeli tentunya bakal lebih mengetatkan anggaran mereka untuk membeli notebook baru.

"Itulah bedanya behaviour pelanggan korporat dengan perorangan. Kalau pelanggan perorangan mereka langsung menahan anggaran ketika akhir tahun lalu (awal krisis terjadi), tapi kalau korporat karena sudah dianggarkan di awal tahun maka akan tetap mengucurkan dananya," Ari menandaskan. (ash/faw)




Hide Ads