Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dikira Hibah, Banyak UKM Nunggak Utang ke Telkom

Dikira Hibah, Banyak UKM Nunggak Utang ke Telkom


- detikInet

Bandung - Tiap tahunnya Telkom Datel Bandung mengucurkan dana Program Mitra dan Bina Lingkungan (PKBL) senilai Rp 4-6 miliar. Dengan porsi 75 persennya dipergunakan untuk program mitra dan 25 persen untuk bina lingkungan. Tahun 2008 saja, dana sebanyak Rp 4,22 miliar disalurkan kepada UKM mitra binaan Telkom Bandung.

Celakanya, sebagian besar UKM menganggap dana CSR tersebut sebagai hibah, sehingga tingkat tunggakan mencapai 17 persen per tahun.

Demikian dikatakan oleh Asep Syaifullah, Manager Community Developement (CDC) PT Telkom Kandatel Bandung, kepada detikINET di sela-sela acara Musyawarah Daerah Serikat Karyawan Musda Sekar) DPD Telkom Datel Bandung di Kandatel Telkom Bandung Jalan Lembong No 11-15, Sabtu (26/3/2009). Menurutnya, anggapan dana yang dikucurkan merupakan dana hibah membuat pihaknya kesulitan menarik cicilan dari kredit yang dikucurkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kredit macet dalam tiga tahun terakhir berkisar antara 12-22 persen. Pola pikir bantuan dari BUMN itu dianggapnya bantuan institusi bisnis kaya yang sifatnya hibah. Jadi menurut mereka tidak perlu dicicil," ujarnya.

Padahal, tambah Asep, tingkat suku bunga yang diberlakukan sangat kecil jika dibandingkan dengan standar perbankan konvensional. "Sangat terjangkau lah. Hanya berkisar 6 persen per tahun. Jauh lebih kecil dibandingkan bank yang mencapai 12-13 persen per tahun," katanya.

Dari data yang diperoleh, tingkat tunggakan pada 2006 lalu mencapai Rp 647 juta atau 22 persen dari jumlah total kredit yang disalurkan. Sementara tunggakan 2007 mencapai Rp 137 juta atau 12 persen serta 2008 mencapai Rp 117 juta atau 12 persen. Total kredit sendiri mencapai Rp 4,1 miliar pada 2006, Rp 3,54 miliar pada 2007 dan Rp 4,22 miliar pada 2008.

Di tempat yang sama GM Kandatel Bandung Beni Sukamto mengakui tingkat kredit macet tersebut semakin berkurang karena adanya langkah pengawasan yang semakin ketat dilakukan.

"Kita rancang program restrukturisasi. Kita menjangka ulang kredit yang macet. Di samping itu juga kita melakukan monitoring dan evaluasi berkala. Melalui telepon, surat ataupun kunjungan langsung," papar Beni.

Beni juga menambahkan, semakin kecil nilai kredit yang diterima maka semakin besar kemungkinan macet. Karena menurutnya, dana yang kecil akan sulit untuk mengembangkan usahanya.

"Dulu saya sempat kalkulasi bahwa idealnya dana yang dikucurkan minimal Rp 40 juta," pungkasnya.

Nilai kredit yang bisa diperoleh oleh UKM saat ini bervariasi antara Rp 5-100 juta dan masa angsuran pengembalianΒ  tergantung pada kesiapan mitra. Sepanjang Triwulan pertama 2009, Telkom Bandung telah kucurkan Rp 1.053 miliar kepada 52 mitra binaan.

Mitra binaan PT Telkom Kandatel Bandung yang berhasil antara lain bajigur dan bandrek 'Me & Mine' di Kabupaten Bandung, Ishak Sepatu Cibaduyut, Opak Oded Sumedang, dan handycraft Iwan.

(afz/faw)






Hide Ads