Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Ngopi Bareng detikINET
Melecut Kreativitas Digital Mahasiswa Unibraw
Ngopi Bareng detikINET

Melecut Kreativitas Digital Mahasiswa Unibraw


- detikInet

Suasana acara (ash/inet)
Malang - Era digital telah meluas ke seantero negeri. Tentunya kondisi ini bisa jadi peluang untuk meraup untung, tak cuma buat aktivitas konsumtif.

Hal inilah yang coba dilecut oleh event Ngopi detikINET bareng Telkomsel dengan tema 'Digital Creative Indonesia Competition' di Universitas Brawijaya, Malang, Selasa (19/11/2013).

Berbagai praktisi yang sudah mumpuni di industri digital sharing ilmu dengan ratusan mahasiswa Unibraw yang menyemut di Gedung Rektorat. Mulai dari soal digital media, developer aplikasi, online writing skills, hingga pembuatan video.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

VP Corporate Communication Telkomsel Adita Irawati mengatakan, konten digital sudah menjadi bagian hidup masyarakat. Terbukti dengan terus bertambahnya pengguna seluler hingga mencapai angka 290 juta.

"Namun sayangnya sedikit yang memanfaatkan dengan baik. Artinya, bisa menjadi ajang kreatifitas hingga memperoleh keuntungan dari situ. Bukan sekadar mencari hiburan," kata Adita.

Telkomsel sendiri punya program Digital Creative Indonesia Competition untuk mengakomodir para pengguna yang kreatif. Dari program ini pula, anak usaha Telkom itu ingin membangun ekosistem DNA (Digital, Creative, dan Application) secara berkesinambungan.

Digital Creatve Indonesia Competition besutan Telkomsel sendiri mengusung tiga topik utama: Yakni aplikasi mobile paling Indonesia, video paling Indonesia, dan kontributor paling Indonesia.

β€œMelalui roadshow ini kami tidak hanya menghimbau para mahasiswa untuk ikut serta dalam DCIC, namun juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan berbagai ilmu, di antaranya mengenai digital entrepreneurship, teknik penulisan dan pembuatan video, serta seputar pembuatan aplikasi,” jelas Adita.

Acara Ngopi detikINET bareng Telkomsel disambung dengan pengalaman Budiono Darsono, pendiri dan CEO Detikcom. Ia sharing pengalaman tentang bagaimana membangun sebuah perusahaan media digital serta peluang dan tantangannya di masa depan.

Menurut BDI -- sapaan akrab Budiono -- reformasi digital telah mengubah total kehidupan masyarakat Indonesia.

Nyaris setiap waktu mereka tak bisa lepas dari telepon seluler. Perkembangan pengguna sosial media berkembang pesat di Indonesia. Hal itu menunjukkan adanya pergeseran akan 'hausnya' pemanfaatan teknologi.

"Ini bisa dikatakan 'penyakit' baru. Tapi ada peluang besar di situ, yang menuntut kita untuk bisa berkreasi," ujarnya.

Kunci kesuksesan bergelut di dunia digital ikut disampaikan BDI di hadapan mahasiswa. Mulai dari 'kesengsaraan' membangun industri media digital sampai menciptakan Detik sebuah media digital populer di Indonesia.

"Telah terjadi konvergensi saat ini. Itu bisa dimanfaatkan oleh kita. Contohnya, Detikcom dibaca puluhan juta orang setiap harinya," bebernya.

Menurut BDI, Detikcom akan tetap mempertahankan real time yang sudah menjadi nilai jual paling utama. "Masyarakat akan memilih Detik. Apabila memerlukan informasi sebuah peristiwa penting. Itu yang kita pertahankan," tukasnya.

Menggarap sebuah developer aplikasi merupakan topik lain pada sesi berikutnya. Dito Respati selaku Head of Mobile Apps Developer Community Telkomsel menyampaikan, telah banyak aplikasi-aplikasi dibuat orang Indonesia. Namun, hanya sedikit yang memahami potensi bisnisnya.

Padahal tersedia berbagai fasilitas untuk meraup peluang bagi pengembangan aplikasi buatan anak bangsa. Sehingga suatu saat bukan Instagram cs yang notabene buatan asing untuk menjadi pilihan pengguna gadget Indonesia, melainkan buatan anak bangsa.

"Salah satunya sudah dibuktikan PicMix, ini aplikasi karya orang Indonesia dan telah populer di dunia. Semua pasti bisa melakukannya, asal kita ada kemauan," tegas Dito.

Topik lain yang juga dilontarkan di acara Ngopi ini adalah soal skill penulisan yang dibawakan oleh Andi Abdullah Sururi, Redaktur Pelaksana DetikSport. Menurutnya, menulis harus memiliki latar belakang yang jelas dan ciri khas tersendiri.

Hal ini memang tak bisa didapatkan dalam waktu semalam. Melainkan harus pelan-pelan diasah sehingga akhirnya penulis dapat menyuduhkan produk tulisan yang menginspirasi pembacanya.

"Jangan terpaku dengan aturan menulis, meski skill harus diasah benar. Bisa dimulai dengan gemar menulis apa saja yang Anda inginkan," ujar fans Zlatan Ibrahimovic ini.

Dia tak memungkiri, banyak kendala sering dialami saat akan menorehkan buah pikiran dalam tulisan. Banyak ide, salah satu penyebabnya atau bingung memulai kalimat awal.

"Semuanya bisa terlewatkan dengan menguasai banyak kata bahasa, pemahaman luas dengan gemar membaca. Jadi mulai kapan anda menulis, sebaiknya detik ini juga," tutup Andi.

(ash/fyk)







Hide Ads