Nah, kira-kira apa sih kiat bagi developer game agar gamenya bisa dikenal khalayak?
Menurut Arief Widhiyasa dari Agate Studio, ada banyak cara yang bisa dilakukan pihak pengembang, salah satunya ialah dengan memaksimalkan peran publisher. Publishing menjadi kiat utama terutama untuk game end-user.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hal ini Arief mencontohkan apa yang dilakukan iOS milik Apple di mana mereka telah memiliki jalur distribusi yang sudah mumpuni. Dengan adanya Top 100 milik Apple, game-game yang masuk dalam daftar tersebut akan mudah mencapai popularitasnya.
Lantas, dari mana Apple membuat daftar top game tersebut? Ditelusuri oleh Arief, Apple sepertinya membuat daftar itu dengan melihat review dari situs-situs populer. Makin banyak direview maka game tersebut berkemungkinan besar masuk ke top 100.
Pengembang game lokal sebaiknya melihat kesempatan tersebut. Arief memberikan sarannya bagi pengembang untuk mendekati situs-situs populer agar gamenya direview sehingga bisa masuk Top 100. Setelah masuk Top 100, maka pemasaran akan menjadi jauh lebih gampang.
Sedangkan menurut Heru Nugroho dari Nusantara Online, marketing dan developer sebaiknya dipisahkan. "Game itu basicnya fantasi. Kalau urusan dagang dan fantasi dicampur, bisa rusak jadinya!" tegas Heru di kantor Detik.com, Aldevco Octagon Building, Warung Buncit Raya, Jakarta Selatan, Rabu (27/7/2011).
Β
Ingin tahu lebih banyak soal game lokal? Simak update acaranya di detikINET maupun akun twitter @detikinet.
Β
Ngopi Bareng detikINET adalah diskusi santai bulanan yang diadakan detikINET. Acara kali ini didukung oleh Anomali Coffee dan Vipre Antivirus.
(sdj/ash)