Tentu ini merupakan ironi, mengingat harga smartphone dipastikan rata-rata terbilang mahal, namun penggunanya sendiri tidak suka berbelanja aplikasi. Padahal, ini bisa mendukung para developer lokal.
Menanggapi hal ini, Firstman Marpaung dari Nokia Indonesia Community Enthusiasts menyebutkan, umumnya komunitas akan mendukung para developer aplikasi, sebab mereka tahu membuat aplikasi tidak mudah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembicara acara Ngopi Bareng detikINET lainnya, Lucky Sebastian dari id-Android, Indra S. Adillah dari id-iPhone dan Johan Tahardi yang mewakili id-BlackBerry sepakat mengatakan bahwa banyak aplikasi lokal yang menarik dan developer Indonesia banyak yang penuh ide dan kemampuan.
"Kita perlu dukung orang-orang ini agar semakin maju bahkan hingga ke tingkat internasional," kata Lucky Sebastian.
Bagaimana caranya? Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan membeli aplikasi mereka. Indra dan Firstman bahkan sempat menyindir, "Malu dong, smartphone-nya mahal tapi aplikasinya lebih banyak yang gratisan" Kelakar mereka ini disambut tawa peserta Ngopi Bareng detikINET. Nah, bagaimana? Setuju?
Ngopi Bareng detikINET adalah diskusi santai bulanan yang diadakan detikINET. Acara kali ini didukung oleh Anomali Coffe.
(rns/fyk)