TikTok for Business: Solusi TikTok buat UMKM yang Mau Perluas Bisnis

TikTok for Business: Solusi TikTok buat UMKM yang Mau Perluas Bisnis

Advertorial - detikInet
Selasa, 11 Agu 2020 00:00 WIB
adv
Foto: Dok. TikTok
Jakarta - TikTok, aplikasi berbagi video durasi singkat, memperkenalkan platform terbaru mereka, yaitu TikTok for Business. Platform ini hadir sebagai solusi brand dan tenaga pemasaran untuk membuat video cerita yang kreatif dengan tetap membawa keaslian komunitas TikTok untuk menjangkau lebih banyak calon konsumen di seluruh dunia.

Melalui TikTok for Business, TikTok berkomitmen membantu menghubungkan bisnis tidak hanya pada satu area tertentu saja, melainkan memperluas jangkauannya ke seluruh dunia. Misalnya, video TikTok yang dibuat di Asia bisa mungkin untuk viral di Amerika Serikat atau negara lainnya.

TikTok untuk bisnis menghadirkan berbagai fitur yang mudah digunakan dan menarik. Salah satunya adalah fitur penargetan tertentu. Bagi brand yang ingin memasarkan produk ke konsumen tertentu untuk menghemat anggaran, TikTok for Business menyediakan fitur penargetan yang berbeda berdasarkan demografi, minat, serta lookalikes.

Platform self-serve ini juga menawarkan fitur yang tak kalah bermanfaat bagi brand atau tenaga pemasar, seperti fitur anggaran fleksibel untuk mengatur anggaran iklan, pelacakan atau pengukuran konversi hasil periklanan, serta mendorong hasil untuk setiap kebutuhan bisnis.

TikTok juga memiliki serangkaian alat kreatif yang memungkinkan setiap pemasar membuat konten yang kreatif dengan tetap membawa keaslian komunitas TikTok. Setiap orang memiliki kesempatan menceritakan kisah mereka dan menyajikan versi bisnis yang otentik.

Di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, TikTok for Business hadir untuk mendukung pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) agar dapat semakin berkembang, terutama pada masa sulit seperti sekarang.

Bisnis dari berbagai ukuran atau anggaran dapat menggunakan TikTok for Business. Terlebih, saat ini TikTok menawarkan kredit iklan gratis senilai USD 300 untuk pengguna (user) UMKM baru maupun yang telah lama bergabung dan memenuhi syarat untuk digunakan hingga 31 Desember 2020. Selain itu, setiap belanja tambahan akan disamakan 1-1 dengan kredit iklan hingga USD 2.000 per bisnis.

Di seluruh dunia, banyak bisnis menggunakan TikTok untuk mengarahkan tujuan bisnis mereka, seperti Coca-Cola, P&G, Samsung, Apple, dan lain-lain. Sementara di Asia Tenggara, ada nama-nama seperti Zalora, Shopee, Grab, BukaLapak, dan lainnya.

Brand atau tenaga pemasar yang ingin menggunakan TikTok for Business, TikTok akan meluncurkan webinar untuk membantu melatih UMKM tentang cara menggunakan platform self-serve TikTok for Business sehingga mereka dapat memanfaatkan kredit iklan yang ditawarkan secara bermanfaat pada 25 Agustus 2020 nanti. Informasi selengkapnya dapat dilihat di sini. (adv/adv)