Kamis, 16 Feb 2017 10:42 WIB

Laporan dari Kourou, Guyana Prancis

Satelit Telkom 4 Meluncur 2018 di Amerika Serikat

Achmad Rouzni Noor II - detikInet
Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II Foto: detikINET/Achmad Rouzni Noor II
Kourou - Telkom masih akan terus sibuk dengan urusan satelit dalam beberapa tahun ini. Setelah meluncurkan satelit Telkom 3S, BUMN telekomunikasi itu sudah bersiap untuk satelit Telkom 4 pada 2018 mendatang.

Menurut CTO Telkom Group, Abdus Somad Arief, jika Telkom 3S diluncurkan dari Guiana Space Center di Kourou, Amerika Selatan, Telkom 4 nantinya akan diberangkatkan dari Cape Canaveral Air Station Space di Florida, Amerika Serikat.

"Untuk Telkom 4, pabrikan pembuat satelitnya adalah SSL dan peluncurnya menggunakan Falcon-9 dari SpaceX," kata ASA, panggilan akrab Abdus Somad, saat berbincang dengan detikINET di Kourou, Rabu (15/2/2017).

Telkom sendiri telah memulai perjanjian kontrak untuk Telkom 4 terhitung sejak akhir Februari 2016 lalu. Untuk kontraktor utama pembuatan satelitnya (spacecraft) menggunakan Space System/Loral (SSL) dengan kontrak On Ground Delivery.

Sedangkan launcher atau roket peluncurnya menggunakan punyanya Falcon-9 dari SpaceX punyanya Elon Musk, yang juga memiliki pabrikan mobil Tesla. Kedua perusahaan ini berasal dari Amerika Serikat.

Menurut ASA, Telkom 4 nantinya saat diluncurkan dengan estimasi Juni 2018, akan menempati slot orbit 108 derajat bujur (BT). Satelit ini nantinya akan menggantikan Telkom 1 yang masa aktifnya masih bertahan sampai 2022.


"Sementara untuk siklus hidupnya Telkom 4 itu sekitar 15 tahun. Artinya, begitu satelit ini diluncurkan, Telkom akan memiliki empat satelit sekaligus: Telkom 1, Telkom 2, Telkom 3S, dan Telkom 4," ungkapnya.

Ini jelas menjadi prestasi bagi Telkom. Karena, BUMN telekomunikasi ini sejatinya hanya memiliki dua filling slot orbit. Di 108 BT (Telkom 2 dan Telkom 3S) dan 118 BT (Telkom 1 dan Telkom 4).

"Itu artinya, hanya kami yang mampu mengoptimalkan semua filling slot orbit secara komplet. Mulai dari Standard C-Band, Extended C-Band, dan Ku-Band," kata ASA yang ikut diamini Kepala Proyek Satelit Telkom 3S Tonda Priyanto.

Satelit Telkom 4 sendiri akan memiliki kapasitas dan cakupan Standard C-Band sebanyak 24 transponder (Asia Tenggara), Standard C-Band 24 transponder (Asia Selatan), dan Extended C-Band 12 transponder (Asia Tenggara). Total kapasitas yang diusung sebanyak 60 transponder.

Sementara pada satelit Telkom 3S yang baru saja diluncurkan, ada 42 transponder yang diusung berupa 24 transponder C-Band, 8 transponder Extended C-Band, dan 10 transponder sisanya untuk Ku-Band untuk koneksi broadband, khususnya HDTV.

Transponder tersebut tentunya akan menambah kapasitas dari dua satelit sebelumnya dimana Telkom 1 yang masih beroperasi hingga 2022 memiliki 18 transponder dan Telkom 2 yang beroperasi hingga 2021 membawa 24 transponder.

Dengan demikian, jika Telkom 3S dan Telkom 4 sukses meluncur dan mengorbit sesuai rencana, maka Telkom nantinya di akhir 2018, total akan memiliki 144 transponder.

"Dengan jumlah transponder yang Telkom, tentunya ketergantungan Indonesia terhadap transponder asing akan semakin berkurang. Transponder milik negeri sendiri jelas lebih bagus kualitasnya karena tepat berada di atas Indonesia," pungkas ASA. (rou/fyk)
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed