BERITA TERBARU
Sabtu, 18 Feb 2017 09:22 WIB

Benarkah Situs KPU Dibobol Hacker?

Adi Fida Rahman - detikInet
Foto: Reuters/Kacper Pempel Foto: Reuters/Kacper Pempel
Jakarta - Ramai beredar kabar di media sosial dan aplikasi pesan yang menyebut situs Komisi Pemilihan Umum (KPU) diretas. Benarkah situs KPU dibobol oleh hacker?

Pantauan ahli keamanan dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, website KPU tidak diretas. Saat ini situs tersebut masih dalam keadaan normal.

"Vaksincom memantau bahwa situs KPU masih berjalan dengan normal dan tidak ada indikasi peretasan," katanya kepada detikINET.

Karena itu, Alfons berani mengatakan kabar yang menyebut situs KPU diretas adalah bohong atau hoax. Menurutnya semua itu bermula dari pernyataan Komisioner KPU Hadar Gumay di media yang mengakui situs mereka diserang sekelompok hacker. Pemberitaan tersebut malah diartikan bahwa situs KPU berhasil dibobol oleh hacker. Padahal kenyataannya terjadi usaha penyerangan ke situs KPU, tapi tidak berhasil.

"Adalah sangat wajar bagi setiap situs di internet bisa menjadi korban usaha peretasan, apalagi situs KPU yang tentu menjadi situs paling populer dimasa pilkada, tentunya banyak orang yang ingin mengakses informasi situs ini, termasuk peretas yang ingin merubah tampilan situs," kata Alfons.

Namun sayangnya hoax ini malah menjadi-jadi di media sosial. Banyak ditemukan postingan yang mencurigai adanya isu situs KPU dibobol karena suara salah satu pasangan calon melonjak.

Bahkan penyebaran hoax tersebut pun tidak saja menggunakan dengan gambar. Bahkan ada pembuat Hoax juga cukup kreatif dengan membuat video bagaimana hacking di server KPU terjadi.

"Bagi praktisi yang mengerti IT, hal tersebut menjadi tertawaan seperti pada komentar yang dituliskan oleh pengguna Facebook lain karena perubahan data dilakukan "hanya" pada komputer lokal (client side) yang memang mudah saja diubah dengan perintah "inspect element" pada peramban, tidak beda dengan mengedit ketikan di MS Word," kata Alfons.

"Untungnya banyak netizen rupanya sudah cukup teliti dan mengkritisi usaha pembohongan yang dilakukan oleh pembuat posting tersebut," pungkasnya. (afr/afr)
-
Load Komentar ...

Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi: sales[at]detik.com
News Feed