https://usimages.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

Batal Blokir Tumblr, Ini 5 Poin Penjelasan Kominfo

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 17/02/2016 23:32 WIB
Batal Blokir Tumblr, Ini 5 Poin Penjelasan Kominfo Foto: Gettyimages - Andrew Burton
Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) coba meredam kegusaran para netizen yang kecewa dengan rencana pemblokiran Tumblr melalui lima poin penjelasan.

Menurut Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Ismail Cawidu, ia merasa harus meluruskan informasi tentang rencana pemblokiran 477 situs yang mengandung muatan pornografi terutama Tumblr.

"Maka pada kesempatan ini kami sampaikan kembali poin-poin yang penting ditegaskan ulang, terutama yang menyangkut Tumblr," ujarnya dalam keterangan yang dikutip detikINET, Rabu (17/2/2016).

Berikut adalah lima poin yang disampaikan Kominfo untuk menjelaskan duduk persoalannya:

1. Panel Pornografi, Kekerasan pada Anak, dan Keamanan Internet yang bersidang menemukan unsur pornografi pada beberapa dari 477 situs yang terlapor, termasuk Tumblr.

2. Memang konten pornografi tidak terdapat pada seluruh akun Tumblr, namun sampai saat ini tidak memungkinkan bagi operator dan ISP untuk melakukan pemblokiran per akun. Sehingga kami meminta kepada Tumblr untuk melakukan penyesuaian konten yang ada sesuai dengan nilai-nilai masyarakat dan ketentuan yang berlaku.

3. Kepada Tumblr telah kami kirimkan surat untuk melakukan self-censorship terhadap konten pornografi kepada akun-akun yang memanfaatkan layanan tersebut.

4. Panel masih akan mengadakan rapat lanjutan guna mengevaluasi sejauh mana hasil kesepakatan tersebut dapat dijalankan.

5. Hasilnya akan diserahkan kepada Kemkominfo sebagai pertimbangan untuk pengambilan keputusan.

"Demikian, semoga mengklarifikasi pemberitaan seolah-olah Menteri Komunikasi dan Informatika sudah menetapkan pemblokiran terhadap situs-situs yang diusulkan diblokir oleh Panel," pungkas Cawidu.

Sebelumnya diberitakan, Kominfo berencana memblokir Tumblr setelah mendapat masukan dari masyarakat yang tergabung dalam tim Panel Pornografi, bahwa di situs itu banyak memuat konten yang berbau pornografi.

Kominfo sendiri memang telah sejak tahun lalu membentuk Forum Penanganan Situs Internet Bermuatan Negatif yang berisikan anggota panel dari berbagai kalangan yang jumlahnya beranggotakan 40 orang tokoh masyarakat,

"Setelah melalui kajian yang dibahas oleh Panel Pornografi kemarin, Kominfo memutuskan memblokir Tumblr karena di dalamnya terdapat banyak video dan gambar porno," kata Azhar Hasyim, Direktur e-Business Ditjen Aptel Kominfo.

Hal itu dikemukakan olehnya saat rapat gabungan dengan dua panel bersama perusahaan layanan Over The Top (OTT), di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (17/2/2016).

Tidak hanya laman Tumblr saja yang akan diblokir oleh pemerintah. Pihak Kominfo memastikan ada 477 website lain yang akan diblokir karena menampilkan konten porno di dalamnya.

Saat ini Kominfo sudah melayangkan surat ke perusahan Internet Service Provider (ISP) untuk memproses pemblokiran situs-situs tersebut. Semula direncanakan, dalam beberapa hari ke depan, Tumblr dkk mulai tidak dapat diakses.

"Mungkin dalam dua sampai tiga hari, tergantung ISP. Karena masing-masing berbeda prosesnya," kata Azhar saat ditemui tadi siang.

Bicara soal Tumblr sendiri, situs jejaring sosial ini didirikan oleh seorang pemuda bernama David Karp pada 2007 silam. Lewat Tumblr, pengguna dapat memposting konten multemedia dalam bentuk blog pendek.

Pada 2013, Tumblr resmi diakusisi Yahoo senilai senilai USD 1,1 miliar. Saat ini pengguna Tumblr sudah lebih dari 420 juta yang tersebar di seluruh dunia. Namun untungnya, keputusan untuk memblokir Tumblr dibatalkan oleh Kominfo secepatnya. (rou/rou)


Baca Juga
Foto Video Terkait



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%