Skateboard Melayang ala Film 'Back to the Future'
Hide Ads

Top 25 Invention Versi TIME

Skateboard Melayang ala Film 'Back to the Future'

Muhammad Alif Goenawan - detikInet
Senin, 24 Nov 2014 13:43 WIB
Hoverboard (hendo)
Jakarta -

Majalah TIME baru-baru ini merilis Top 25 Invention yang lahir sepanjang tahun 2014. Pastinya daftar tersebut dipenuhi oleh inovasi-inovasi keren.

Ada yang asing, mungkin ada pula yang familiar dengan benda-benda penemuan tersebut. Berikut detikINET ambil tiga penemuan keren yang masuk daftar Time, Senin (24/11/2014):

Hoverboard

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hoverboard merupakan salah satu jenis skateboard yang dapat melayang di udara. Bila Anda ingat, alat ini pernah muncul dalam film fiksi Back to the Future Part II di tahun 1989 yang dibintangi Michael J. Fox.

Dan berangkat dari film tersebut, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di California, Hendo, berhasil menciptakan benda tersebut menjadi nyata.



Walau memiliki bentuk yang mirip, cara kerja papan seluncur ini jelas berbeda dengan alat yang Anda lihat di film Back to the Future Part II. Hoverboard hanya dapat melayang beberapa inch dari permukaan dan hanya dapat bekerja jika ada bahan konduktif semacam tembaga di permukaannya.

Oleh Hendo, perangkat ini pertama kali diperkenalkan di situs Kickstarter dengan modal yang dibutuhkan mencapai USD 450.000. Sejauh ini, perangkat yang memiliki daya tahan baterai 15 menit ini hanya diproduksi 10 buah berdasarkan pesanan.

Tak hanya itu, pemilik Hendo, Jill dan Gref Henderson berencana untuk mengembangkan teknologi magnet Hoverboard untuk menstabilkan bangunan selama terjadi gempa bumi.

Listrik Nirkabel

Mungkin di antara Anda sudah familiar dengan internet nirkabel atau nirkabel telepon. Lalu bagaimana dengan peralatan lainnya?

Sayangnya dewasa ini hanya ada beberapa perangkat yang mengaplikasikan konsep nirkabel dalam perangkat yang dipakai di kehidupan sehari, seperti misalnya charger untuk smartphone. Itu baru skala kecil, bagaimana untuk skala besar?



Sebuah perusahaan di Watertown, Massachusetts bernama WiTricity punya langkah besar dalam mewujudkan hal tersebut.

WiTricity yang merupakan kepanjangan dari Wireless Electricity merupakan teknologi yang bekerja dengan cara menciptakan medan magnet melalui sebuah colokan dan dapat menghidupkan perangkat dengan jarak sejauh 8 kaki atau sekitar 2,4 meter.

Teknologi ini sudah pernah diuji coba pada mobil listrik Toyota (dengan tatakan charger), PC Intel, dan lain-lain. Sang CEO, Alex Gruzen mengatakan dalam waktu 10 tahun seluruh peralatan bisa tersambung dengan listrik yang dialirkan secara nirkabel dari satu power saja.

Printer 3D

Teknologi printer beberapa tahun belakangan telah mengalami revolusi, yang tadinya hanya dapat mencetak di atas kertas saja, kini dapat menciptakan sebuah objek dengan bentuk nyata.

Printer 3D bekerja dengan cara membentuk sebuah objek benda dari sebuah cetak biru digital yang sebelumnya telah dirancang. Jika printer biasa membutuhkan tinta sebagai bahan utama mencetak, maka printer 3D biasanya membutuhkan plastik atau material bahan lainnya.



Printer 3D ini biasanya dipakai oleh mereka yang membutuhkan sebuah rancangan objek, seperti mahasiswa, ilmuwan, insinyur, dan lain-lain. Namun, ada juga yang menggunakan untuk tindakan kejahatan seperti membuat senjata pai.

Saat ini sudah ada beberapa produsen di dunia yang membuat printer 3D, salah satunya adalah 3D System. "Ini merupakan salah satu teknologi yang menyentuh segala sesuatu yang kita lakukan," ujar CEO 3D System, Avi Reichental.

(ash/ash)
Berita Terkait