https://usimages.detik.com/logo_tematik/logodetikinet.png

Fedora 19 Manjakan Cloud Computing dan Virtualisasi

Trisno Heriyanto - detikinet
Kamis, 18/07/2013 13:34 WIB
Fedora 19 Manjakan Cloud Computing dan Virtualisasi
Jakarta - The Fedora Project, kolaborasi open source yang disponsori oleh Red Hat dan didukung oleh komunitas, telah melahirkan Fedora 19. Sistem operasi berbasis Linux yang dirancang untuk cloud computing dan virtualisasi.

Di kalangan umum, Fedora 19 dikenal juga dengan nama sandi Schrödinger's Cat. Dan seperti distribusi Linux lainnya, sistem operasi ini juga bisa diunduh, digunakan, dimodifikasi dan distribusikan kembali secara gratis. Karena sifatnya yang memang open source dan dikembangkan oleh banyak komunitas.

"Dalam rilis ini, komunitas the Fedora Project telah benar-benar menunjukkan bahwa kelincahan (agility) sangat penting," kata Robyn Bergeron, the Fedora Project Leader, dalam keterangan yang diterima detikINET, Kamis (18/7/2013).

Beragam fitur baru disematkan ke dalam Fedora 19. Di antaranya adalah fitur untuk mendukung infrastruktur cloud dan virtualisasi, hingga ke tingkat proses dan tingkat portabilitas mesin virtual.

"Fedora 19 memiliki teknologi-teknologi mutakhir yang mendukung skalabilitas, ketahanan, dan fleksibilitas yang sangat penting dalam dunia teknologi yang semakin fokus pada penyediaian solusi, pelayanan, dan informasi secara cepat," tambah Bergeron.

Di dalam Fedora 19 juga terdapat banyak perangkat untuk developer, mulai dari bahasa pemrograman yang populer dan perangkat pengemasan untuk pengujian dan pengukuran fitur.

Fitur baru yang menarik dalam Fedora 19 mencakup:

• Developer's Assistant, sebuah alat yang cocok untuk pemula atau developer berpengalaman untuk memulai proyek kode dengan template, contoh-contoh dan toolchains bahasa tertentu.
• Kemampuan mencetak 3D, mulai dari software untuk membuat model 3D, hingga alat untuk membuat dan mengirimkan kode ke printer 3D.
• Node.js runtime dan npm package manager, untuk mengembangkan aplikasi jaringan sckalabel atau aplikasi real-time di seluruh perangkat yang didistribusikan.
• OpenShift Origin, infrastruktur Platform-as-a-Service, termasuk beragam cartridge untuk pengembangan dan penerapan aplikasi.
• Selain itu, Fedora berusaha untuk memasukkan language stacks terbaru dalam setiap rilis, dan Fedora 19 meneruskan tradisi ini dengan update PHP (5.5), Ruby 2.0.0 yang baru saja dirilis, dan preview teknologi dari OpenJDK8 yang akan segera hadir.

Fedora 19 juga menyediakan berbagai perbaikan pada pengelolaan sistem operasi, termasuk proses booting, pemulihan dari kegagalan, migrasi sistem, dan banyak lagi.

Fedora 19 mencakup alat untuk diagnosis, memonitor, dan logging, sehingga pengguna dapat lebih proaktif, bukan reaktif, dan memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang mereka sukai.

Peningkatan-peningkatan yang penting untuk diperhatikan mencakup:

• Migrasi penyimpanan mesin virtual, memungkinkan migrasi mesin virtual dan penyimpanan terkait yang sedang digunakan tanpa membutuhkan penyimpanan bersama diantara host.
• Kontrol sumber daya sistem, untuk memodifikasi pengaturan layanan tanpa melakukan reboot.
• Checkpoint dan kemampuan pemulihan untuk proses, untuk pemulihan dari kegagalan atau proses migrasi diantara mesin-mesin.
• OpenLMI, infrastruktur umum untuk pengelolaan sistem dan penyimpanan secara jarak jauh.
• Rilis terbaru dari OpenStack, yang dikenal sebagai "Grizzly," yang mencakup proyek Heat dan Ceilometer yang dilindungi.

(eno/ash)


Baca Juga



Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Pro Kontra Index »

Indonesia Darurat 4G?

Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Ya, inilah kira-kira urgensi yang akhirnya membuat layanan 4G LTE dikomersialisasi di Indonesia. Di sisi lain, layanan 3G dianggap masih belum optimal penyebarannya, termasuk 2G yang masih banyak penggunanya.
Pro
0%
Kontra
0%