Berita Utama
-
Kamis, 23/05/2013 15:34 WIB Balutan Emas BlackBerry Porsche
-
Kamis, 23/05/2013 13:04 WIB 7 Gadget Inovatif yang Siap Menggebrak
-
Kamis, 23/05/2013 12:15 WIB Si Cantik J-Lo Jualan Ponsel
-
Rabu, 22/05/2013 13:44 WIB Mengintip "Dapur" Xbox One
-
Rabu, 22/05/2013 12:07 WIB Jolla, Ponsel Kreasi Para Alumni Nokia
-
Rabu, 22/05/2013 11:32 WIB Ini Fitur Unggulan Xbox One
Nomophobia, Sindrom Tak Bisa Hidup Tanpa Ponsel
Kamis, 23/02/2012 08:02 WIB
Ilustrasi (Ist.)
London, Inggris - Apakah Anda merasa cemas ketika tidak berada di dekat ponsel? Atau tak pernah lepas dari gadget tersebut hingga terkadang membawanya ke tempat tidur? Jika jawabannya iya, bisa jadi Anda tengah mengalami nomophobia.
Anda tidak sendirian. Nomophobia alias kekhawatiran saat tidak menggunakan ponsel, dialami banyak orang saat ini. Kabarnya, pengguna ponsel yang mengalami Nomophobia jumlahnya terus bertambah. Setidaknya, demikian gambaran yang didapat dari hasil studi SecurEnvoy di Inggris.
Menggunakan layanan jajak pendapat online OnePull, SecurEnvoy menemukan sekitar 66% dari 1.000 orang yang disurvei di Inggris menyebutkan mereka takut kehilangan atau pergi ke mana-mana tanpa membawa ponsel.
Dilansir LA Times, Kamis (23/2/2012), angka ini naik signifikan dari empat tahun sebelumnya. Survei serupa yang juga dilakukan SecurEnvoy menemukan empat tahun lalu hanya 53% pengguna ponsel yang mengalami nomophobia.
Nomophobia sendiri merupakan singkatan dari no mobile phobia. Perangkat mobile di sini dapat diartikan beragam. Namun berdasarkan survei, sebagian besar kekhawatiran yang timbul adalah ketika para pengguna tersebut tidak berdekatan dengan ponsel.
Hasil studi ini juga memperlihatkan, pria lebih khawatir hidup tanpa ponsel. Sementara kaum wanita cenderung memilih untuk tidak terkoneksi. Namun uniknya, sebanyak 70% responden wanita takut kehilangan ponsel sementara pria persentasenya hanya 61%. Ini sepertinya dikarenakan rata-rata pria memiliki dua ponsel ketimbang wanita.
Pengguna berusia 18 hingga 24 tahun adalah golongan yang paling nomophobic yakni sekitar 77%, disusul usia 25 hingga 34 tahun sebanyak 68% dan usia 55 tahun ke atas.
Nomophobia tidak membahayakan asal masih dalam tahap wajar. Namun jika kecemasan yang melanda sudah pada tingkat yang sangat parah, ini bisa mengganggu psikologi.
Lalu apakah ada obat untuk mengatasi nomophobia? Berdasarkan situs allaboutcounseling.com, nomophobia bisa diobati dengan cara terapi menggunakan ponsel seperlunya secara terus menerus.
(rns/ash)
Anda tidak sendirian. Nomophobia alias kekhawatiran saat tidak menggunakan ponsel, dialami banyak orang saat ini. Kabarnya, pengguna ponsel yang mengalami Nomophobia jumlahnya terus bertambah. Setidaknya, demikian gambaran yang didapat dari hasil studi SecurEnvoy di Inggris.
Menggunakan layanan jajak pendapat online OnePull, SecurEnvoy menemukan sekitar 66% dari 1.000 orang yang disurvei di Inggris menyebutkan mereka takut kehilangan atau pergi ke mana-mana tanpa membawa ponsel.
Dilansir LA Times, Kamis (23/2/2012), angka ini naik signifikan dari empat tahun sebelumnya. Survei serupa yang juga dilakukan SecurEnvoy menemukan empat tahun lalu hanya 53% pengguna ponsel yang mengalami nomophobia.
Nomophobia sendiri merupakan singkatan dari no mobile phobia. Perangkat mobile di sini dapat diartikan beragam. Namun berdasarkan survei, sebagian besar kekhawatiran yang timbul adalah ketika para pengguna tersebut tidak berdekatan dengan ponsel.
Hasil studi ini juga memperlihatkan, pria lebih khawatir hidup tanpa ponsel. Sementara kaum wanita cenderung memilih untuk tidak terkoneksi. Namun uniknya, sebanyak 70% responden wanita takut kehilangan ponsel sementara pria persentasenya hanya 61%. Ini sepertinya dikarenakan rata-rata pria memiliki dua ponsel ketimbang wanita.
Pengguna berusia 18 hingga 24 tahun adalah golongan yang paling nomophobic yakni sekitar 77%, disusul usia 25 hingga 34 tahun sebanyak 68% dan usia 55 tahun ke atas.
Nomophobia tidak membahayakan asal masih dalam tahap wajar. Namun jika kecemasan yang melanda sudah pada tingkat yang sangat parah, ini bisa mengganggu psikologi.
Lalu apakah ada obat untuk mengatasi nomophobia? Berdasarkan situs allaboutcounseling.com, nomophobia bisa diobati dengan cara terapi menggunakan ponsel seperlunya secara terus menerus.
(rns/ash)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Berita Terbaru
Index »
-
Kamis, 23/05/2013 14:34 WIB
Pekerja Seks Dilarang Jadi Anggota LinkedIn
-
Kamis, 23/05/2013 12:54 WIB
Telkom Bangun WiFi di 10 Ribu Sekolah
-
Kamis, 23/05/2013 10:04 WIB
Jennifer Lopez Jualan Ponsel
-
Kamis, 23/05/2013 09:26 WIB
Ternyata Pengucapan 'GIF' Selama Ini Keliru
-
Kamis, 23/05/2013 08:23 WIB
Flickr dan Vimeo Makin Lengket di iOS 7?
-
Kamis, 23/05/2013 07:33 WIB
Keren! Melukis di Layar iPad
-
Rabu, 22/05/2013 14:31 WIB
Kuis
Berburu Ponsel Galaxy & Tiket Superman 'Man of Steel'
-
Rabu, 22/05/2013 08:59 WIB
Survei: Twitter Lebih Penting daripada Sarapan Pagi
- Kamis, 23/05/2013 18:36 WIB
Alasan GSMA-ITU Dorong 4G LTE di 700 MHz
- Kamis, 23/05/2013 17:54 WIB
Telat LTE di 700 MHz, Indonesia Bisa Rugi Rp 200 Triliun
- Kamis, 23/05/2013 16:53 WIB
Nyebur di Ponsel Anti Air, LG Siapkan Optimus GJ
- Kamis, 23/05/2013 18:13 WIB
Telkomsel Gandeng ITB Bangun Ekosistem Mobile
- Kamis, 23/05/2013 15:21 WIB
Trik OPPO Hilangkan Cap Negatif Ponsel China
- Kamis, 23/05/2013 17:41 WIB
Twitter Terapkan Keamanan Ganda
- Kamis, 23/05/2013 15:34 WIB
FotoINET
Balutan Emas BlackBerry Porsche
- Kamis, 23/05/2013 16:42 WIB
Unik! Kamera Gifty Ciptakan Flipbook dengan Instan
- Kamis, 23/05/2013 16:07 WIB
Kolom Telematika
Mengubah Pelayanan Pemerintah dengan Awan Hybrid
- Kamis, 23/05/2013 14:34 WIB
Pekerja Seks Dilarang Jadi Anggota LinkedIn
-
89 Komentar
-
62 Komentar
-
60 Komentar
-
48 Komentar
-
46 Komentar
-
42 Komentar
-
42 Komentar
-
35 Komentar
-
32 Komentar
-
30 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
28 Komentar
-
28 Komentar
-
26 Komentar
Pro Kontra
Index »
BBM Dilepas ke Android & iOS, BlackBerry Bunuh Diri?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
Must Read
close
-
Selasa, 21/05/2013 13:53 WIB WIB
Lumia 925, Desain Elegan Berpadu Kamera PureView
-
Selasa, 21/05/2013 13:33 WIB WIB
Si Buas Radeon HD 7990


(2)_3.gif)





