Berita Utama
-
Rabu, 23/05/2012 08:10 WIB
Ini 11 Investor 'Kelas Berat' Pemegang Saham Facebook
-
Rabu, 23/05/2012 07:51 WIB
OS BlackBerry 10 Datang, Qwerty Fisik Menghilang?
-
Rabu, 23/05/2012 07:35 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
-
Selasa, 22/05/2012 15:24 WIB
13 Ponsel yang Menjadi Tonggak Sejarah
-
Selasa, 22/05/2012 13:15 WIB
Samsung Resmi Boyong Galaxy S III ke Indonesia
-
Selasa, 22/05/2012 11:32 WIB
16 Game iPhone yang Wajib Dimainkan
-
Selasa, 22/05/2012 10:29 WIB
Saham Anjlok, Harta Pendiri Facebook 'Lenyap' Rp 20 Triliun
-
Selasa, 22/05/2012 12:20 WIB
Saran Bagi Zuckerberg Agar Facebook Tak Terpuruk
-
Selasa, 22/05/2012 08:48 WIB
Saham Facebook Tumbang
Axis Tak Ingin Terjebak Perang Tarif
Rabu, 07/12/2011 18:37 WIB
Ilustrasi (axis)
Jakarta - Axis mengaku tak akan selamanya mengandalkan tarif murah untuk bertahan dari persaingan yang keras di industri telekomunikasi Indonesia.
Menurut Direktur Penjualan Axis Syakieb A Sungkar, tarif murah hanyalah positioning atau langkah awal dari operator untuk masuk ke pasar yang sudah keras persaingannya.
"Setelah perusahaan ini mature dan memiliki skala ekonomi yang ideal di industri, pelan-pelan kita akan berbicara layanan yang premium," ungkapnya di sela diskusi akhir tahun di Hotel JW Marriott, Jakarta, Rabu (7/12/2011).
Menurutnya, memiliki volume yang besar hal mutlak di industri seluler agar diperhitungkan tidak hanya oleh sesama pelaku usaha di industri, tetapi juga pihak pemodal.
"Saat operator memiliki volume pelanggan yang sesuai dengan skala ekonomi tertentu, itu lebih mudah bernegosiasi tidak hanya dengan operator terkait interkoneksi, vendor soal pembelian perangkat, tetapi juga perbankan untuk pembiayaan," katanya.
Diungkapkannya, kondisi yang terjadi saat ini di industri telekomunikasi Indonesia adalah terlalu banyak operator, yang berujung pada penurunan pada tarif dan EBITDA (Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortization).
"Satu-satunya cara untuk selamat adalah adanya cost leadership dan efisiensi. Langkah Axis sudah tepat selama ini untuk berkembang karena efisensi sudah dijalankan mulai dari pengembangan infrastruktur dan SDM (sumber daya manusia)," katanya.
Berdasarkan catatan, Saudi Telecom Company (STC) sebagai induk usaha memiliki komitmen US$ 2 miliar untuk mengembangkan Axis, dimana separuhnya atau US$ 1 miliar di antaranya dialokasikan untuk mengembangkan layanan data.
Sejauh ini, Axis sudah menghabiskan US$ 300 juta untuk pengembangan data. Sisanya sebesar US$ 700 juta akan diinvestasikan dalam jangka waktu 8 bulan ke depan mulai November 2011.
Dana US$ 300 juta itu juga sudah digunakan untuk memodernisasi infrastruktur jaringan, termasuk membangun BTS dan penyediaan 5 ribu menara yang tengah dibuka tendernya sejak Oktober lalu.
Huawei rencananya akan menyediakan 5.000 BTS untuk Axis hingga 2013 yang menelan investasi US$ 500 juta, sementara Ericsson membangun 1.000 BTS hingga akhir 2012 dengan investasi US$ 60 juta.
Saat ini Axis memiliki sekitar 15 juta pelanggan. Pendapatan perusahaan di kuartal III/2011 naik 267,9 % menjadi Rp 943,37 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu. Sekitar 30 persen dari omset dipasok oleh layanan data. Pada 2012 kontribusi jasa data diharapkan meningkat menjadi 35% hingga 40%.
"Layanan data masih memiliki potensi yang besar, karena itu akan kami geber terus. Axis tidak menginginkan adanya perang tarif di layanan data ini. Kami hanya melakukan penetrasi pasar sesuai dengan langkah dari awal kala memasuki pasar seperti yang saya paparkan tadi," kilahnya.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Menurut Direktur Penjualan Axis Syakieb A Sungkar, tarif murah hanyalah positioning atau langkah awal dari operator untuk masuk ke pasar yang sudah keras persaingannya.
"Setelah perusahaan ini mature dan memiliki skala ekonomi yang ideal di industri, pelan-pelan kita akan berbicara layanan yang premium," ungkapnya di sela diskusi akhir tahun di Hotel JW Marriott, Jakarta, Rabu (7/12/2011).
Menurutnya, memiliki volume yang besar hal mutlak di industri seluler agar diperhitungkan tidak hanya oleh sesama pelaku usaha di industri, tetapi juga pihak pemodal.
"Saat operator memiliki volume pelanggan yang sesuai dengan skala ekonomi tertentu, itu lebih mudah bernegosiasi tidak hanya dengan operator terkait interkoneksi, vendor soal pembelian perangkat, tetapi juga perbankan untuk pembiayaan," katanya.
Diungkapkannya, kondisi yang terjadi saat ini di industri telekomunikasi Indonesia adalah terlalu banyak operator, yang berujung pada penurunan pada tarif dan EBITDA (Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortization).
"Satu-satunya cara untuk selamat adalah adanya cost leadership dan efisiensi. Langkah Axis sudah tepat selama ini untuk berkembang karena efisensi sudah dijalankan mulai dari pengembangan infrastruktur dan SDM (sumber daya manusia)," katanya.
Berdasarkan catatan, Saudi Telecom Company (STC) sebagai induk usaha memiliki komitmen US$ 2 miliar untuk mengembangkan Axis, dimana separuhnya atau US$ 1 miliar di antaranya dialokasikan untuk mengembangkan layanan data.
Sejauh ini, Axis sudah menghabiskan US$ 300 juta untuk pengembangan data. Sisanya sebesar US$ 700 juta akan diinvestasikan dalam jangka waktu 8 bulan ke depan mulai November 2011.
Dana US$ 300 juta itu juga sudah digunakan untuk memodernisasi infrastruktur jaringan, termasuk membangun BTS dan penyediaan 5 ribu menara yang tengah dibuka tendernya sejak Oktober lalu.
Huawei rencananya akan menyediakan 5.000 BTS untuk Axis hingga 2013 yang menelan investasi US$ 500 juta, sementara Ericsson membangun 1.000 BTS hingga akhir 2012 dengan investasi US$ 60 juta.
Saat ini Axis memiliki sekitar 15 juta pelanggan. Pendapatan perusahaan di kuartal III/2011 naik 267,9 % menjadi Rp 943,37 miliar dibandingkan periode sama tahun lalu. Sekitar 30 persen dari omset dipasok oleh layanan data. Pada 2012 kontribusi jasa data diharapkan meningkat menjadi 35% hingga 40%.
"Layanan data masih memiliki potensi yang besar, karena itu akan kami geber terus. Axis tidak menginginkan adanya perang tarif di layanan data ini. Kami hanya melakukan penetrasi pasar sesuai dengan langkah dari awal kala memasuki pasar seperti yang saya paparkan tadi," kilahnya.
( rou / ash )
Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Baca Juga
Berita Terbaru
Index »
-
Senin, 21/05/2012 09:59 WIB
Kolom Telematika
Fenomena Social Networking
-
Senin, 21/05/2012 09:10 WIB
Lippo Luncurkan Satelit
-
Sabtu, 19/05/2012 14:26 WIB
Zuck Lebih Kaya dari Duo Pendiri Google
-
Sabtu, 19/05/2012 13:27 WIB
Duh, Angkasa Pura I Belum Miliki Izin Stasiun Radio
-
Sabtu, 19/05/2012 10:29 WIB
Musibah Sukhoi
Kominfo Enggan Berspekulasi Soal Interferensi Frekuensi
-
Rabu, 16/05/2012 19:45 WIB
Bongkar Pasang Formasi Tiga Raksasa Telekomunikasi
-
Rabu, 16/05/2012 19:18 WIB
Lengser dari Telkomsel, Sarwoto Balik ke Telkom Urus Satelit
-
Rabu, 16/05/2012 18:43 WIB
Alex Sinaga, Dirut Baru Telkomsel
- Rabu, 23/05/2012 11:32 WIB
Hands On
Galaxy S III: Performa Gahar, Fitur Melimpah
- Rabu, 23/05/2012 10:10 WIB
Motorola Resmi Jadi Milik Google
- Rabu, 23/05/2012 09:39 WIB
Analis: Sony Telah Garap Display iPhone 5
- Rabu, 23/05/2012 07:35 WIB
Apple Minta Restu Bangun 'Pesawat Luar Angkasa'
- Rabu, 23/05/2012 07:51 WIB
OS BlackBerry 10 Datang, Qwerty Fisik Menghilang?
- Rabu, 23/05/2012 08:26 WIB
'My Last Wish', Jejaring Sosial Sebelum Mati
- Rabu, 23/05/2012 12:02 WIB
Peminat Nikon D800 Harus Bersabar
- Rabu, 23/05/2012 09:17 WIB
Melempem, Saham Facebook Makin Murah
- Rabu, 23/05/2012 08:10 WIB
Ini 11 Investor 'Kelas Berat' Pemegang Saham Facebook
-
87 Komentar
-
82 Komentar
-
79 Komentar
-
79 Komentar
-
73 Komentar
-
63 Komentar
-
56 Komentar
-
43 Komentar
-
43 Komentar
Pro Kontra
Index »
iPad Generasi Terbaru Memuaskan?
Pro
Kontra
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message



.jpg)

