detikinet

Iran Bungkam Internet dan Media Asing

Fransiska Ari Wahyu - detikinet
Selasa, 08/12/2009 12:09 WIB

ilustrasi (ist)

Iran - Pemerintah Iran memblokir akses internet dan melarang media asing meliput demonstrasi tahunan mengenang kematian mahasiswa saat menentang Amerika di tahun 1953.

Sepertinya pemerintah yang berkuasa takut jika aksi demonstrasi ini ditunggangi oleh pihak-pihak yang anti pemerintah. Oleh karena itu akses internet, baik itu email maupun akses ke situs-situs oposisi diblokir.

Beberapa situs tersebut mendorong warga untuk berkumpul di Universitas Teheran. Pihak keamanan pun berjaga-jaga untuk mengantisipasi terjadinya gelombang protes.

Langkah pemerintah ini mendapat tanggapan dari pemimpin oposisi, Mir Hossein Mousavi. Ia memberikan dukungan terhadap gerakan mahasiswa dan menyatakan bahwa perjuangannya masih tetap hidup.

"Sebuah bangsa yang besar tidak akan tinggal diam saat terjadi pembungkaman suara," ujar Mousavi yang menuding Presiden Mahmoud Ahmadinejad telah mencuri kemenangannya pada pemilu presiden 12 Juni lalu.

Dikutip detikINET dari USA Today, Selasa (8/12/2009), demonstrasi mahasiswa tersebut digelar untuk memperingati kematian tiga mahasiswa di tahun 1953 saat protes anti Amerika Serikat.
( faw / ash )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%