Jumlah kenaikan tersebut terbilang jomplang. Pasalnya, menurut data yang didapat Kaspersky sepanjang tahun 2008 lalu pertumbuhan malware mencapai 300% dari tahun sebelumnya.
Selain jumlah malware yang kian meningkat, modus menyuntikan malware kepada korbannya pun kian beragam. Jika dulu para penyebar malware memanfaatkan
email atau membuat virus sebagai perantara, kini penyerangannya makin canggih yakni hanya dengan menyisipkan script ke sebuah halaman web.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ujar Konstantin Sapronov, Head of Virus lab China, melalui video conference dari Plasa Telkom, Jakarta, Rabu (13/5/2009).
Malware yang beredar kini pun memiliki beragam cara beroperasi, seperti melakukan eksploit, membuat backdor, memasukan downloader, sampai menginfeksi
menggunakan virus atau worm. Hanya saja di kuartal kedua tahun ini malware yang melakukan eksploit lah yang paling subur pertumbuhannya.
(eno/ash)