detikinet

Penambahan Frekuensi 3G

'Ada Uang, Ada Barang'

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
Rabu, 05/11/2008 15:28 WIB

Basuki Yusuf Iskandar (inet)

Jakarta - Hadirnya layanan Wimax melalui pita Broadband Wireless Access (BWA) nanti ditengarai bakal membuat operator 3G makin kelimpungan, mengingat spektrum 5 MHz yang digunakan saat ini tak cukup untuk menggelar layanan data.

Hal ini dimaklumi Dirjen Postel Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar. Ia pun menyatakan bakal menambah 5 MHz lagi frekuensi 3G yang dimiliki operator.

"Setiap operator 3G dari awal memang kami desain untuk mendapatkan 10 MHz. Namun bagaimana lagi, waktu itu yang tersedia cuma 5 MHz," jelasnya ketika ditemui detikINET dan sejumlah media di Ritz Carlton, Selasa malam (4/11/2008).

Pemerintah melalui Ditjen Postel berencana menggelar tender lisensi frekuensi BWA sekitar Desember 2008 ini. Ketua Tim Penyelenggaraan BWA, Suhono Harso Supangkat, sebelumnya mengungkapkan ada 100 MHz pita frekuensi yang akan ditender di spektrum 2,3 GHz dan 3,3 GHz.

Dari kedua pita tersebut, 75% akan dialokasikan untuk BWA Nomadic, sementara 25% sisanya buat BWA Mobile. Tender nantinya, akan digelar untuk setiap region atau wilayah. Di tiap wilayah, akan dipilih delapan operator untuk memenangkan lisensi yang bisa dimanfaatkan untuk menggelar layanan broadband dengan teknologi Wimax.

Di satu sisi, dengan memiliki lisensi BWA, operator bisa menggelar akses layanan data terbaru dengan teknologi lebih mutakhir. Namun, di sisi lain, kehadiran BWA berpotensi menggerogoti layanan 3G yang sudah tergelar dengan investasi yang tidak sedikit.

Namun sayangnya, dengan biaya ratusan miliar rupiah, 3G belum bisa menggenjot pendapatan dari akses data secara signifikan. Belakangan ini, akses data melalui 3G bisa dibilang jauh dari memuaskan dengan tingginya tingkat kegagalan jaringan. Keluhan pelanggan pun kian deras mengalir.

Tiga operator 3G, seperti Telkomsel, Indosat, dan Excelcomindo, tentu tak tinggal diam melihat kenyataan itu. Mereka terus mendesak pemerintah agar mau menambah frekuensi demi keberlangsungan akses data yang mumpuni.

Pemerintah pun akhirnya mau membantu operator untuk memperlebar jalur data tersebut. Saat ini, Ditjen Postel, Depkominfo, masih berkonsultasi dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang biaya yang relevan untuk penambahan frekuensi 3G.

"Mahal atau murah itu relatif. Kalau operator memang sangat membutuhkan tambahan frekuensi, tentu tetap harus bayar. Ada uang ada barang," pungkas Basuki.
( rou / dwn )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%