detikinet

Krisis Ekonomi, Operator Diminta Stop Perang Iklan

Ardhi Suryadhi - detikinet
Sabtu, 11/10/2008 10:15 WIB

Iklan Tarif Seluler (ist/diolah)

Jakarta - Para operator telekomunikasi diminta berhemat guna menghadapi ekonomi dunia yang tengah bergejolak. Regulator khususnya meminta para operator untuk menghentikan perang iklan.

"Perang iklan operator sebaiknya colling down dulu, kalau berlebihan juga tidak baik, mengingat kondisi sekarang ini," ujar Gatot S. Dewa Broto, Kabag Humas Ditjen Postel kepada detikINET.

Imbauan untuk berhemat itu juga sekaligus mandat dari Menkominfo Mohammad Nuh. Karena jika terus menerus tetap dilakukan, dikhawatirkan malah akan memberikan beban ke konsumen. "Memang imbauan ini tidak dilakukan secara resmi hanya imbauan omongan saja," lanjutnya.

Dijelaskan Gatot, kepemilikan asing di sejumlah perusahaan telekomunikasi masih sangat besar. Maka dari itu, jika ada masalah ekonomi di negara lain atau global, secara tidak langsung akan berimbas ke para pemilik saham itu.

Pun demikian, seluruh kalangan industri telekomunikasi diminta jangan panik menyikapi badai krisis ekonomi ini. Mereka sebaiknya arif dan komprehensif dalam menghadapinya.



Mau curhat seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Masuk saja ke detikINET Forum.




( ash / fyk )

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda!
Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login


    Redaksi: redaksi[at]detikinet.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Berita Terbaru Index »
    Pro Kontra Index »

    Galaxy S III Smartphone Terbaik Saat Ini?

    Performa Galaxy S III terbilang menjanjikan. Ia mengusung quadcore, layar Gorilla Glass 2, serta fitur melimpah. Tak pelak, Samsung mengklaim Galaxy S III sebagai smartphone terbaik saat ini. Anda setuju?
    Pro
    50%
    Kontra
    50%