Survei dilakukan kepada 274 end-user di kawasan Asia Pasifik, Eropa dan Amerika Utara pada bulan Mei dan Juni. Demikian dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (18/11/2008).
Ditilik dari alasan mengadopsi open source, mayoritas responden dengan konsisten menjawab karena alasanΒ biaya. Alasan lainnya adalah karena open source tidak tergantung pada platform tunggal, untuk mempercepatΒ akses ke pasar dan tidak perlu ribet dengan prosedur dan aturan yang kompleks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal tanpa kebijakan resmi, menurut Gartner, perusahaan berisiko melakukan pelanggaran propertiΒ intelektual. Untuk itulah, analis Gartner menempatkan isu governance di peringkat teratas sebagai faktor yangΒ menghambat adopsi OSS.
"Hanya karena gratis bukan berarti tanpa biaya," tegas direktur penelitian Gartner, Laurie Wurster.
Wurster menambahkan, perusahaan harus memiliki kebijakan yang jelas untuk mengadopsi open source,Β termasuk memutuskan akan menggunakan aplikasi apa yang mendukung open source, dan mengidentifikasiΒ risiko properti intelektual atau tingkat dukungan terhadap penggunaan software open source.
Wurster menambahkan, banyaknya jenis lisensi software open source tak menutup kemungkinan membuatΒ penerapan software open source menjadi ribet. Namun, lanjut Wurster, hal itu akan teratasi seiring berjalannyaΒ waktu. (dwn/dwn)