6 Cara Mengecek HP Ilegal Atau Bukan

6 Cara Mengecek HP Ilegal Atau Bukan

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Rabu, 29 Jul 2020 11:09 WIB
Nomor IMEI
6 Cara Mengecek HP Ilegal Atau Bukan (Foto: Screenshot)
Jakarta -

Kasus PS Store membuka mata betapa konsumen rentan terpapar HP ilegal. Ada cara untuk mengecek HP ilegal atau bukan, saat hendak membelinya.

Pengamat gadget Lucky Sebastian ikut mengomentari kasus yang menyeret pemilik PS Store, Putra Siregar itu. Lucky mengatakan konsumen harus mengedukasi diri supaya bisa terhindar dari membeli HP ilegal.

Inilah 5 cara mengecek HP ilegal atau bukan:

1. Jangan tertipu dengan kemasan, semua bisa dipalsukan

Yang pertama, jangan langsung terpesona dengan kemasan. Boks HP dengan segala perintilannya bisa dipalsukan. Orang awam susah membedakannya.

"Kalau awam susah melihat ciri fisik, karena dari dus sampai plastiknya bisa dipalsukan," kata Lucky, Rabu (29/7/2020).

2. Cek nomor IMEI

Menurut Lucky, cara paling gampang mendeteksi HP ilegal adalah memeriksa nomor IMEI. Di bagian belakang dus harus ada nomor IMEI, meskipun itu HP second atau sudah habis masa garansinya sekalipun.

"Terus coba ketik *#06#, nongol kan nomernya. Cocokkan dengan yang ada pada dus," kata Lucky.

Biar lebih yakin, cocokkan juga dengan bagian belakang ponsel. Biasanya nomor IMEI juga tercantum di sana.

3. Cek sertifikat SDPPI

Pada dus ponsel, dekat nomor IMEI harusnya juga ada nomor sertifikat Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kominfo. Lucky meminta konsumen juga jangan lupa memeriksa tulisan kecil nomor 'SDPPI'.

"Tinggal kita cek barang tadi ada SDPPI nggak? Di stiker luar ada QR code yang bisa discan masuk website Ditjen Postel. Ada pabrikan dan untuk tipe apa bisa dicek," kata Lucky.

4. Manual bahasa Indonesia

HP legal untuk dijual di Indonesia mesti memiliki manual bahasa Indonesia di dalam dusnya. Jadi jangan lupa dicek ya.

5. Usahakan beli di toko resmi

"Cek daftar toko resmi di websitenya," kata Lucky. Tinggal datangi lokasi yang terdekat dengan Anda.

Kata dia, usahakan beli di sana. Tapi kalau tidak bisa, toko umum pun banyak yang menjual barang legal kok. Asal dicek saja lagi 4 poin sebelumnya.

6. Mesti curiga dengan harga murah

"Mau gaya tapi dengan harga murah? Ya coba saja dipikir lebih jernih," kata Lucky.

Menurutnya orang sering tergoda soal harga. Apalagi untuk brand ternama yang menaikkan gengsi kita. Tapi jangan lupa berpikir dengan akal sehat, survei dulu harga pasarannya berapa di e-commerce.

"Mungkin nggak dijual dengan harga segitu. Kalau murah banget, bisa jadi antara ditipu atau rekondisi," ujarnya.

Akhir kata dari kasus PS Store ini, Lucky memberi nasihat untuk direnungkan para konsumen. Smartphone idaman kita seringkali dibeli dari uang hasil menabung dan digunakan selama mungkin. Masa iya uang itu dibelanjakan untuk membeli HP ilegal yang nantinya akan jadi masalah, termasuk after sales service-nya.

"Dengan membeli yang legal, kita selain memenuhi kewajiban kita pada negara lewat pajak, juga menjadi lebih terjamin. Smartphone yang kita beli berkualitas karena sudah melewati serangkaian uji dan dipastikan partnya asli," pungkasnya.



Simak Video "Status Hukum Bos PS Store Putra Siregar Jadi Tahanan Kota"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fyk)