4 Tips Aman dari Serangan Siber di Masa Pandemi

4 Tips Aman dari Serangan Siber di Masa Pandemi

Sukma Indah Permana - detikInet
Rabu, 29 Jul 2020 10:35 WIB
ilustrasi remaja gadget
4 Tips Aman dari Serangan Siber di Masa Pandemi (Foto: Ilustrasi/Thinkstock)
Yogyakarta -

Belajar, kerja sampai belanja online makin marak dilakukan di tengah pandemi Corona. Ancaman serangan siber pun membayangi. Kita harus tahu cara membentengi diri.

Kegiatan pertemuan hingga belanja secara online semakin marak di tengah masa pandemi virus Corona atau COVID-19. Pakar bidang teknologi informasi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Ir Lukito Edi Nugroho, MSc, Ph D berbagi cara untuk mengurangi potensi serangan siber di masa pandemi.

Berikut ini adalah sejumlah tipsnya:

1. Jangan klik aplikasi meragukan

Ada banyak aplikasi berseliweran atau muncul begitu saja di tengah aktivitas online kita. Terkadang, itu malah di-broadcast oleh orang yang kita kenal. Jangan langsung main klik ya.

"Jika kita tidak percaya dengan aplikasinya, jangan gunakan aplikasi tersebut," ujar Lukito dalam keterangan tertulis yang dikirim Humas UGM kepada wartawan, Rabu (29/7/2020).

2. Hati-hati saat mendaftarkan akun

Lukito menyarankan untuk selalu hati-hati dalam menyampaikan semua data dalam mendaftarkan akun. Sedangkan bagi institusi penyelenggara pendidikan yang melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring, si pemilik akun dan pengelola kegiatan harus melakukan perlindungan akun agar tidak bocor dan disalahgunakan.

"Mahasiswa atau siswa sebagai pengguna harus bertanggung jawab terhadap pengamanan akun, aplikasi, dan data yang digunakan. Institusi bertanggung jawab pada sisi infrastruktur termasuk jaringan komputer, server, dan sistem database," ujarnya.

Lukito juga mengusulkan perlu dibuat aturan yang ketat dan penegakan hukum yang lebih tegas terkait perlindungan dan keamanan data di Indonesia sehingga bisa memberikan perlindungan bagi pemilik data.

"Memang perlu (aturan ketat), tapi yang lebih perlu adalah penegakan hukumnya," pungkasnya.

3. Lindungi akun dengan baik

Dosen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik UGM ini mengatakan serangan siber bisa sering terjadi. Namun jika sistemnya tangguh, maka serangan itu tidak akan tembus. Sebaliknya, sistem yang rentan dengan banyak celah keamanannya ketika diserang, maka akan mudah saja bisa bobol.

"Serangan kebanyakan berasal dari luar, tetapi kerentanan bisa muncul dari dalam," tuturnya.

Sementara kerentanan yang disebabkan dari dalam, jelas Lukito, berasal dari kecerobohan penggunaan akun yang tidak diproteksi dengan baik sehingga bisa dibajak orang dan digunakan untuk membobol dari dalam.

Ia menjelaskan data akun yang bocor tersebut sering untuk diperjualbelikan atau bahkan hanya ajang pamer kemampuan.

"Bisa dua-duanya. Kalau datanya bernilai ekonomis misal data pribadi, data kartu kredit, bisa diperjualbelikan," paparnya.

4. Waspada dengan telepon yang meminta data pribadi

Lukito mengatakan data akun yang bocor yang disalahgunakan sehingga bisa mengganggu privasi. Sebab, katanya, data akun yang bocor bisa digunakan untuk mendapatkan keuntungan finansial secara tidak sah dan merugikan pemilik data.

Hal itu bisa diketahui dari adanya orang lain yang mengetahui nomor kontak pribadi sambil menawarkan produk.

"Tiba-tiba ditelepon oleh orang tidak dikenal, menawari produk ini dan itu. Ada spam telepon. Kasus yang lebih serius, dengan beberapa data tambahan seperti NIP, alamat rumah, nama ibu kandung," katanya.



Simak Video "Lindungi Data Pribadi, Kominfo: Instansi Harus Punya Petugas Proteksi Data"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/fay)