Dalam satu semester, Bakrie telah memperluas cakupan jaringan layanan fixed wireless access (FWA)-nya ke 13 kota lagi. Sehingga total, kota yang dilayani Esia, Wifone dan Wimode secara nasional telah berjumlah 47 hingga paruh pertama 2008 ini.
"Selain kota-kota besar, kami juga merambah kota-kota yang lebih kecil seperti Salatiga, Jember dan Klaten dengan mempertimbangkan potensi trafik percakapan telepon sehingga dapat berkontribusi terhadap pendapatan perusahaan," kata Jastiro Abi, Direktur Keuangan PT Bakrie Telecom Tbk dalam rilisnya, Senin (25/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan kualitas jaringan ini, kata Abi, telah memberikan dampak positif terhadap tingkat call set up success ratio, penurunan tingkat putus hubungan (drop call), pengurangan wilayah blank spot dan perbaikan wilayah cakupan (coverage).
Meskipun secara umum kompetisi yang berkembang diantara operator telekomunikasi semakin ketat, namun manajemen Bakrie Telecom akhirnya berhasil mencapai rapor bagus di semester I 2008 ini.
Jumlah pelanggan operator telepon nirkabel area terbatas itu selama semester I 2008 ini tercatat mengalami peningkatan hampir 1,5 kali lipat atau 141,9% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Jika pada semester I 2007 jumlah pelanggannya 2,2 juta pelanggan, maka pada semester I 2008 jumlah pelanggannya naik menjadi 5,4 juta pelanggan.Β Sementara, jika dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2007 di mana terdapat 3,8 juta pelanggan, maka terjadi pertumbuhan 42,2%.
Pertumbuhan jumlah pelanggan yang cukup signifikan ini juga telah mendorong pencapaian positif kinerja keuangan perusahaan. Dari laporan keuangan per 30 Juni 2008, laba bersih perusahaan juga tumbuh 59,5%. Jika di semester pertama 2007 laba bersih Bakrie Telecom tercatat sebesar Rp 39,1 miliar maka pada periode yang sama di tahun ini, laba bersih meningkat jadi Rp 62,4 miliar.
Pertumbuhan signikan juga tercatat pada pendapatan bersih perusahaan yang tumbuh 90,2 % dari 493,2 miliar pada semester I 2007 menjadi 938 miliar di periode yang sama tahun berikutnya.
Peningkatan yang tak jauh berbeda juga tampak pada pendapatan kotor perusahaan yang melonjak sebesar 90,0% dimana pada kuartal pertama 2008 pendapatan kotor perusahaan tercatat senilai Rp 1.235,0 miliar. Sedangkan pada periode yang sama di tahun sebelumnya pendapatan kotor perusahaan masih sebesar Rp 650,1 miliar.
Sementara, margin pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) untuk kuartal pertama 2008 sebesar Rp 341,3 miliar atau tumbuh 72,1% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 198,4 miliar.
Bagaimana menurut Anda kinerja jaringan layanan Esia? Sampaikan di detikINET Forum. (rou/ash)