Menurut Public Relation Manager XL Febriati Nabira, iklan yang seakan-akan bersetting 'proklamasi' itu hanya memanfaatkan momen 17 Agustus saja.
"Kita hanya meniru cara pengucapan proklamasi saja, tidak ada niat sama sekali untuk merendahkan proklamasi," katanya kepada detikcom, Kamis (14/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Ira mengaku akan mendiskusikan kritik ini di internal XL. "Kita berterimakasih sekali ada masukan, kita akan diskusikan dulu," katanya.
Gerakan Pembela Tanah Air (PETA) menilai iklan tersebut telah melecehkan kesakralan dari teks dan makna Proklamasi 17 Agustus 1945, yang diproklamirkan Ir Soekarno dan Mohammad Hatta. Iklan itu juga sekaligus mengabaikan perjuangan panjang bangsa dengan segala darah, air mata, nyawa dan harta
Punya unek-unek seputar operator telekomunikasi di tanah air? Sampaikan saja ke detikINET Forum.
(ken/ash)