Sebab, menurut Deputy EGM Telkom Divre II Arief Musta'in, positioning telepon rumah masih belum tergantikan, misalnya, untuk keperluan mengajukan pinjaman ke perbankan maupun untuk keperluan bisnis lainnya.
"Itu sebabnya kami ingin menambah value dari telepon wireline, tidak hanya untuk keperluan voice tapi juga diberi value added untuk koneksi broadband," ujarnya ketika ditemui di Gedung Telkom, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi begitu pelanggan minta koneksi broadband, kami tinggal meng-upgrade-nya saja," pungkasnya.
Saat ini, pengguna layanan broadband Telkom di area regional II tersebut telah mencapai 150 ribu pelanggan. Diharapkan hingga akhir tahun 2008 ini pelanggan akses layanan itu bertambah menjadi 400 ribu.
Punya unek-unek seputar operator telekomunikasi di Indonesia? Sampaikan saja di detikINET Forum.
(rou/ash)