Menurut Head of Enterprise and Carrier XL, Titus Dondi, BlackBerry telah digunakan oleh 10 ribu pelanggan tahun lalu. Sedangkan hingga saat ini, sudah ada 20 ribu hingga 25 ribu yang berlangganan.
Komposisi dari pengguna layanan Blackberry, 70% berasal dari pasar ritel dan sisanya korporasi. Saat ini, Indosat masih memimpin pasar Blackberry dengan 10 ribu pelanggan, disusul XL 8 ribu pelanggan, dan Telkomsel sekitar 6 ribu pelanggan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Blackberry adalah suatu solusi mobile office yang lengkap dan terintegrasi berupa wireless email, global address lookup, wireless calendar syncronization, dan mobile data services secara real time yang memakai jaringan GPRS atau 3G sebagai penghubungnya.
Keunggulan dari layanan yang diusung oleh Research in Motion (RIM) ini jika dibandingkan dengan layanan nirkabel lainnya adalah adanya teknologi push mail yang memungkinkan pelanggan dapat mengakses e-mail tanpa perlu melakukan dial up terlebih dahulu. Singkat kata, pelanggan aplikasi ini dapat menerima email yang masuk ke ponselnya layaknya pesan singkat (SMS) yang masuk setiap saat.
Titus menjelaskan, meningkatnya jumlah pelanggan Blackberry di Indonesia baru terjadi enam bulan belakangan ini. Hal itu karena mulai terbentuknya komunitas pengguna layanan tersebut.
"Selain itu juga adanya penurunan harga handset-nya yang membuat banyak pelanggan tertarik menggunakan layanan tersebut," katanya sambil menambahkan harga handset Blackberry sekarang berkisar 4-6 juta rupiah.
Pemicu lain adalah adanya paket-paket murah berlangganan dari operator untuk menggunakan Blackberry yang berkisar 200 ribu rupiah. "Jika dihitung rata-rata per bulan dengan jumlah pelanggan sebesar sekarang ada potensi pasar senilai 4 miliar rupiah. Angka itu di luar komunikasi suara dan SMS yang juga digunakan pelanggan Blackberry," katanya.
Selanjutnya Titus menjelaskan, kendala yang dihadapi oleh operator untuk memasarkan Blackberry saat ini adalah kebijakan dari RIM yang hanya menjual handset Blackberry kepada operator. "Mereka tidak membuka saluran penjualan selain ke operator. Akhirnya kami harus kreatif membuka saluran penjualan sendiri untuk Blackberry," katanya.
Kebijakan terbaru yang diambil oleh XL ialah menggandeng pemilik gerai Okeshop, untuk memasarkan Blackberry. Okeshop dipilih karena memiliki ratusan outlet. Tahap awal diharapkan ada 15 outlet Okeshop yang memasarkan Blackberry di Jakarta.
Punya cerita menarik seputar teknologi informasi? Sampaikan di detikINET Forum. (rou/dwn)