Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Syarief Syarial Ahmad mengatakan, pihaknya tidak jadi menggunakan Wimax karena Telkomsel menggunakan teknologi GSM, dan LTE lah yang dinilai paling cocok.
"Sementara yang menggunakan Wimax hanya Telkom sebagai backhaul, lagi pula Wimax masih lemah dalam hal standarisasi," ujarnya dalam jumpa pers yang berlangsung di Novotel Bogor, akhir pekan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal inilah, lanjut Joseph, yang akan berdampak pada pengembangan perangkat. "Sementara kalau kita pakai LTE kita hanya tinggal mengembangkan teknologi yang sebelumnya (GSM). Jadi investasinya akan jauh lebih murah. Bahkan investasi LTE akan lebih murah ketimbang Wimax," jelasnya.
Namun untuk bisa mengimplementasikan LTE, Syarief mengungkapkan, sebagai tahap awal Telkomsel membutuhkan tambahan frekuensi minimal 10 MHz.
Mereka pun akan meminta tambahan tersebut pada 2009 mendatang. "Dengan alokasi dana diambil dari anggaran belanja 2009," imbuh Syarief, tanpa mau menyebut berapa besar anggaran yang disiapkan.
Tetapi sebagai alternatif, Telkomsel bakal mendayagunakan ulang frekuensi yang telah dimiliki. Telkomsel saat ini cuma punya frekuensi 5 MHz untuk 3G di rentang pita 1900 MHz. Sementara untuk tambahan, Telkomsel butuh menjadi 10 MHz.
"Kalau kami tidak mendapat frekuensi tambahan, maka kami akan menggunakan frekuensi GSM kami yang sebelumnya di 900 Mhz," imbuh Joseph.
Menurut rencana, Telkomsel akan melakukan uji coba di Jakarta pada pertengahan tahun ini. "Mudah-mudahan kita sudah bisa mengimplemenasikan LTE pada 2010," tandas Syarief.
Bagaimana dengan pendapat Anda? Pilih Wimax atau LTE? Diskusikan di detikINET Forum.
(ash/ash)