Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Aturan Teknis BWA 2,3 GHz Terbit

Aturan Teknis BWA 2,3 GHz Terbit


- detikInet

Jakarta - Aturan persyaratan teknis untuk alat dan perangkat akses telekomunikasi pita lebar atau broadband wireless access (BWA) yang beroperasi di frekuensi 2,3 GHz telah terbit.

Ketiga aturan yang ditandatangani Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar itu, pada intinya menetapkan, bahwa alat dan perangkat subscriber station BWA, base station BWA dan antena BWA nomadic wajib mengikuti persyaratan teknis yang berlaku.

"Begitu pula pelaksanaan sertifikasi alat dan perangkatnya," Kabag Umum dan Humas Ditjen Postel, Gatot S. Dewa Broto dalam keterangannya kepada detikINET, Kamis (6/3/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemberlakuan ketiga aturan tersebut juga menandai penggunaan pita frekuensi 2,3 GHz setelah Ditjen Postel sebelumnya mengalokasikan beberapa pita frekuensi seperti 1.9 GHz, 2.1 GHz, 2.3 GHz, 2.4 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz, 3.5 GHz, dan 5.7 GHz untuk akses radio layanan pita lebar. Beberapa jenis teknologi yang telah tersedia untuk layanan pita lebar, misalnya, Wimax dan teknologi seluler generasi ketiga atau 3G.

Sebelumnya, Ditjen Postel bersama lembaga penelitian BBPT dan LIPI serta beberapa perguruan tinggi, membuat program penelitian yang hasilnya dapat dikembangkan oleh industri dalam negeri sehingga menjadi produk pilihan operator telekomunikasi.

Saat ini, produk yang akan dikembangkan adalah perangkat system radio Wimax yang bekerja pada frekuensi 2.3 GHz. Untuk mengembangkan produk tersebut, beberapa sub-sytem Wimax seperti Chipset baseband dan control, RF module chipset, serta antenna (untuk base station dan CPE) telah dijadikan topik penelitian dengan hasil akhir suatu prototype perangkat system radio Wimax yang ditargetkan pada tahun 2009.

Pada tahap awal, industri dalam negeri akan mengembangkan perangkat system radio Wimax dengan menggunakan chipset produk asing dan tahun ini produk ini sudah dapat dioperasikan. Namun kemudian, industri dalam negeri akan mengembangkan perangkat Wimax dengan chipset produksi Indonesia yang dikembangkan melalui penelitian tersebut.
Β  (rou/rou)





Hide Ads