Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Di Bisnis Telekomunikasi
Mengenaskan, Indonesia Cuma Dapat Ampas
Di Bisnis Telekomunikasi

Mengenaskan, Indonesia Cuma Dapat Ampas


- detikInet

Jakarta - Industri konten lokal di Indonesia dinilai telah sampai pada taraf yang mengenaskan. Dari sekitar Rp 50 triliun yang dibelanjakan seluruh operator tiap tahunnya, Indonesia cuma kebagian tak lebih dari 3%.

Menkominfo Mohammad Nuh mengeluhkan hal tersebut di sela Telecommunication Partnership Forum, di Hotel Shangri-La Jakarta, Selasa (26/2/2008). Ajang itu mempertemukan seluruh orang nomor satu yang bergelut di industri telekomunikasi.

Dalam presentasinya, Nuh mengibaratkan pasar bisnis telekomunikasi di Indonesia laiknya sarang burung walet yang hasilnya cuma dinikmati oleh asing. "Cuma sayang, kita cuma kebagian teleknya (kotoran, red) saja. Sementara, pihak asing yang menikmati sarangnya," keluhnya

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berangkat dari kenyataan di lapangan, pemerintah pun akhirnya mendorong industri lokal dengan mewajibkan penggunaan alokasi dana belanja operator sekitar 35 persennya untuk konten lokal.

"Kenapa cuma 35 persen, karena mampunya baru segitu. Kalau nggak bisa dapat semua, yang sedikit ini juga tidak apa-apa. Ibaratnya, nggak dapat perawan, janda pun tak mengapa," seloroh Nuh berkelakar.

Menkominfo mendefinisikan konten lokal sebagai perangkat atau aplikasi yang berhubungan dengan industri telekomunikasi, di mana pembuatan atau proses manufakturnya harus dikerjakan di Indonesia. "Tak penting dibuat oleh siapa ."

Meski menyayangkan kue bisnis industri telekomunikasi banyak yang lari ke luar negeri, namun Nuh menegaskan bahwa pemerintah tak serta-merta anti terhadap pihak asing. "Kita tidak anti dengan perusahaan asing, justru kita ajak kolaborasi," ujarnya.

Dengan kolaborasi antara lokal dan asing, Nuh sendiri berharap industri lokal bisa naik kelas menjadi produsen. Bukan sekedar jadi pembeli saja. "Harus balance, sesekali pembeli, sekali-kali jadi penjual. Kalau inisiatif ini berhasil, rentetan positifnya akan banyak sekali."

Nuh pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung inisiatif penggunaan konten lokal. "Meski berat, kalau inisiatif ini dilakukan bersama-sama, insya Allah akan tercapai. Ini tantangan buat diri kita sendiri untuk membuktikan bahwa kita mampu," tandasnya.

(rou/ash)





Hide Ads