Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Hutchison Tak Khawatir Penurunan Tarif Seluler

Hutchison Tak Khawatir Penurunan Tarif Seluler


- detikInet

Jakarta - Terkait penerapan formulasi tarif interkoneksi baru yang mulai diimplementasikan per 1 April 2008, Hutchison mengaku tak khawatir penurunan tarif interkoneksi seluler hingga 40% bakal menggerus pendapatan mereka.

Meski demikian, Chief Marketing Officer Hutchison CP Telecom Indonesia, Suresh Redy, menyatakan pihaknya masih mengevaluasi penurunan tarif seluler untuk layanan 3.

"Kami masih menganalisa dan mengevaluasi dampak dari penurunan interkoneksi. Terlalu dini untuk diungkapkan," ujarnya usai diskusi seputar perhitungan tarif operator di kantornya, Gedung Menara Mulia, Jakarta, Rabu (13/2/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melihat penurunan tarif interkoneksi sebagai hal yang positif. Karena dengan turunnya tarif interkoneksi, tarif ritel juga akan turun. Sehingga peluang untuk memenangkan pelanggan di pasar makin besar," tambahnya.

Meskipun masih enggan mengungkap kapasitas infrastruktur jaringan layanan yang dimiliki beserta jumlah pelanggannya hingga saat ini, namun Redy menegaskan pihaknya fokus memberikan layanan yang terbaik dengan tarif murah untuk pelanggan.

Hutchison, kata dia, akan fokus mengarap layanan selulernya di empat pulau besar di Indonesia, yakni Jawa, Sumatera, serta Kalimantan, dan Sulawesi. Namun, untuk tahap awal, pihaknya baru akan melayani sebatas di kota-kota besar saja.

"Where's the bloody hell in the world, jangan bilang ada pelanggan yang menelpon dari puncak gunung. Silakan, tanyakan saja pada orang-orang normal. Mereka (pengguna) tidak peduli berapa banyak infrastruktur base stations yang kami miliki asalkan mereka mendapatkan layanan yang diinginkan dengan tarif termurah," ujarnya.

"Kami juga tidak merisaukan jika operator lain menurunkan tarif karena kami sudah terlebih dulu menawarkan tarif murah. Kami masih senang dengan margin EBITDA (pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) kami. Buktinya kami masih bisa beroperasi sampai saat ini," Redy menandaskan. (rou/ash)





Hide Ads