Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
BTS Flexi Digenjot Enam Kali Lipat

BTS Flexi Digenjot Enam Kali Lipat


- detikInet

Jakarta - Meskipun anggaran Telkom di 2008 ini tak jauh beda dengan sebelumnya, namun BUMN telekomunikasi itu siap menggenjot pembangunan infrastruktur jaringan layanan Flexi enam kali lipat lebih banyak ketimbang tahun lalu.

PT Telkom Tbk pada 2008 ini akan membangun 3.000 BTS baru untuk sambungan nirkabel tetap Flexi. Padahal di tahun sebelumnya BTS yang dibangun cuma 500 unit.

Menurut VP Public and Marketing Communication Telkom Eddy Kurnia, pada 2008 ini pihaknya bisa membangun infrastruktur Flexi lebih banyak ketimbang sebelumnya karena telah rampungnya migrasi frekuensi layanan tersebut dari 1900 MHz ke 800 MHz pada akhir tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun pembangunan tahun ini akan lebih banyak, kata Eddy, namun belanja modal (capital expenditure/Capex) yang disiapkan incumbent itu tak jauh berbeda, masih sekitar Rp 6 triliun. "Capex tahun lalu tidak terserap seluruhnya, cuma sekitar 55 persennya saja. Jadi sisanya kita alokasikan untuk pembangunan tahun ini," ungkapnya ketika dihubungi detikINET, Senin (14/1/2008).

Menurut Eddy, Flexi kini telah menjadi engine business Telkom mengingat trafik penggunaan layanan telepon kabel PSTN cenderung menurun. Penurunan signifikan, misalnya, tercatat pada Natal 2007 hingga Tahun Baru 2008 lalu, dimana trafik panggilan pada Natal 2007 turun menjadi 65 juta panggilan dibandingkan 79 juta tahun sebelumnya. Begitu pun pada 31 Desember 2007, terjadi penurunan percakapan dari 118 juta panggilan pada 2006 menjadi 90 juta panggilan pada 2007 lalu.

Oleh sebab itu, dengan bertambahnya infrastruktur Flexi menjadi sekitar 4.800 BTS akhir tahun ini, Telkom berkehendak memperluas pangsa pasar telepon tetap nirkabelnya (fixed wireless access/FWA) menjadi 60% secara nasional. Hingga akhir 2007 lalu, Telkom mengklaim telah memiliki 6,4 juta pelanggan Flexi atau sekitar 54% penguasaan pasar.

"Dengan BTS yang kami miliki diharapkan pelanggan Flexi bisa menjadi sekitar 14 juta akhir tahun ini," demikian Eddy menandaskan. (rou/rou)






Hide Ads