Tingginya aktivitas digital membuat kebutuhan terhadap koneksi internet yang cepat dan stabil semakin penting, khususnya bagi mereka yang bekerja di industri kreatif atau konten digital. Bagi para kreator, koneksi internet yang stabil menjadi salah satu penunjang penting dalam menjalankan aktivitas produksi konten.
Hal tersebut dirasakan oleh konten kreator Oza Rangkuti. Ia menilai keberadaan koneksi internet yang cepat dan stabil saat ini sudah menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat, terutama Generasi Z (Gen Z).
Menurut Oza, kestabilan jaringan sangat krusial untuk menunjang aktivitas digital harian Gen Z yang sangat tinggi agar tidak memicu frustrasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya koneksi yang stabil dan yang cepat itu memang penting sekali, terutama kepada para user-user yang berasal dari Generasi Z mungkin memang butuh koneksi yang sangat stabil sekali, karena kebutuhan mereka tinggi dan kayak mereka secara mental udah tidak stabil," ujar Oza dikutip dari 20 detik, Kamis (8/10/2026).
Kendala Pengiriman File dan Solusi AI
Dalam proses pembuatan konten harian, Oza mengungkapkan kendala utama yang sering dihadapi para kreator adalah pengiriman berkas video berukuran besar.
Ketiadaan jaringan yang stabil kerap memakan waktu lama hingga menghambat proses kerja. Namun, hadirnya integrasi teknologi AI dan jaringan Telkomsel 5G memberikan dampak efisiensi yang signifikan.
"Proses yang tadinya perlu beberapa jam bisa beres dengan lima menit," kata Oza.
Selain itu, Oza menilai kehadiran AI turut mempermudah dan mempercepat proses pembuatan subtitle.
"Dulu tuh saya bisa lembur bikin subtitle. Cuma buat ngirimin orang ngomong doang. Sekarang dengan adanya AI dan koneksi yang cepat, itu bisa satu tombol aja udah langsung ke-generate. Jadi itu udah memotong banyak banget waktu gitu, ya kan? Sangat-sangat membantu sekali," sambungnya.
Dampak Fatal Keterlambatan Koneksi Bagi Streamer
Senada dengan Oza, streamer Abi Azkakia menegaskan bagi seorang pembuat siaran langsung (live streaming), kualitas internet yang tidak konsisten bisa berakibat fatal. Keterlambatan atau delay koneksi dalam hitungan detik dapat menghentikan siaran secara otomatis atau membuat permainan kalah.
"Internet semisal dia apa namanya koneksinya ke-delay, saya hitung kurang lebih ada 30 detik aja, itu dari platform langsung matiin. Otomatis mati. Saya nggak bisa live streaming. Ini kendala yang pertama. Yang kedua, terus seandainya ada satu, satu momen aja, satu detik itu jumping, itu saya bakal kalah. Jadi benar-benar membalikkan keadaan," ujar Abi.
Optimalisasi Jaringan Telkomsel 5G Berbasis AI
Menanggapi kebutuhan pengguna yang kian beragam, Manager Network VIP and and HVC Management Jabotabek Telkomsel Muhammad Hidayat Rido Tarigan menjelaskan Telkomsel secara aktif memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mengoptimalkan performa jaringan 5G.
"Pertama di sisi kita gitu ya untuk melihat jaringan itu sebenarnya biasanya ada lima metrik yang digunakan gitu. Yang pertama adalah download, download throughput. Yang kedua, upload throughput. Berikutnya latensi, jitter, dan packet loss. Nah, biasanya ini lima komponen ini yang penting dan ini yang tadi masing-masing pengguna itu berbeda-beda ininya, kebutuhannya gitu ya," ungkap Rido.
Dengan tambahan spektrum frekuensi baru di 700 MHz dan 2,6 GHz yang didapat Telkomsel, kapasitas dan kecepatan jaringan 5G diharapkan mampu terus menopang gaya hidup digital masyarakat secara mulus dan responsif.