Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) buka suara mengenai masih banyaknya paket internet IM3 dan Tri yang belum memenuhi ketentuan perlindungan sisa kuota. Operator seluler tersebut memastikan terus melakukan evaluasi sekaligus menyiapkan layanan dengan manfaat akumulasi kuota untuk pelanggan Tri.
Sebelumnya, Komdigi mengungkap dari 94 paket internet yang dilaporkan Indosat, baru 23 paket yang menerapkan mekanisme rollover. Sementara 71 paket lainnya masih menggunakan bentuk perlindungan lain, termasuk notifikasi sebelum masa aktif berakhir.
Director & Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan perusahaan berkomitmen menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan sekaligus mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan pilihan layanan yang relevan dengan kebutuhan pelanggan dan sejalan dengan perkembangan kebijakan yang berlaku," ujar Reski dalam keterangan kepada detikINET.
Tri Bakal Punya Layanan Akumulasi Kuota
Reski menjelaskan, Indosat telah menghadirkan Paket Istimewa melalui IM3 yang menawarkan manfaat akumulasi kuota sebagai bentuk perlindungan pelanggan.
Melihat respons positif terhadap layanan tersebut, Indosat kini tengah menyiapkan pilihan serupa untuk pelanggan Tri.
"Melalui brand IM3, kami telah meluncurkan Paket Istimewa, yang menawarkan manfaat akumulasi kuota sebagai bentuk perlindungan pelanggan. Mengingat respons positifnya, pilihan layanan serupa juga tengah kami siapkan untuk brand Tri, dengan detail yang akan diumumkan melalui kanal resmi masing-masing," jelasnya.
Namun, Indosat belum mengungkap kapan layanan akumulasi kuota Tri akan diluncurkan maupun rincian paket dan harganya.
Selain menyediakan pilihan paket dengan manfaat akumulasi kuota, Indosat juga meningkatkan perlindungan pelanggan melalui transparansi informasi layanan.
Perusahaan menambah frekuensi notifikasi pengingat dan memperkuat layanan pengaduan, termasuk menambahkan kanal chatbot untuk pelanggan IM3 dan Tri.
"Indosat akan terus melakukan kajian untuk tambahan perlindungan pelanggan lainnya dengan tetap memperhatikan kepentingan pelanggan, kualitas layanan, dan ketentuan yang berlaku," kata Reski.
Sebagai informasi, Komdigi sebelumnya telah menerima laporan pertama dari Telkomsel, Indosat, dan XLSmart terkait implementasi perlindungan sisa kuota internet. Laporan tersebut disampaikan paling lambat 28 September 2026 dan wajib diperbarui setiap bulan.
Dalam evaluasi yang disampaikan pada 3 Oktober 2026, Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, menilai mekanisme notifikasi saja belum cukup memenuhi amanah putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Khusus Indosat, sebanyak 71 dari 94 paket yang dilaporkan dinilai belum memberikan perlindungan sesuai putusan MK. Salah satu mekanisme yang digunakan adalah pemberitahuan kepada pelanggan pada H-7 dan H-2 sebelum paket berakhir.
"Notifikasi bukan solusi terhadap sisa kuota yang belum terpakai. Notifikasi hanya mengingatkan pelanggan bahwa kuotanya akan berakhir," kata Denny.
Komdigi menekankan bahwa perlindungan sisa kuota harus memberikan manfaat ekonomi nyata kepada pelanggan, bukan sekadar peringatan menjelang berakhirnya masa aktif paket.
Pemerintah pun akan terus memantau dan mengevaluasi implementasi perlindungan sisa kuota pada masing-masing operator seluler.
(afr/afr)

