Telkom Group menyiapkan transformasi besar menuju 2030. Lewat agenda Telkom 30, strategi ini dirancang untuk membuat perusahaan lebih fokus, tangkas, sekaligus mampu menangkap peluang baru dari pertumbuhan AI dan infrastruktur digital.
Direktur Utama Telkom Indonesia Dian Siswarini mengatakan industri telekomunikasi sedang memasuki era baru, sehingga transformasi tidak lagi bisa dianggap sebagai pilihan.
"Kami percaya transformasi bukan lagi opsional, tetapi menjadi sesuatu yang esensial bagi perusahaan," ujar Dian dalam keynote BATIC 2026 di Nusa Dua, Rabu (26/8/2026).
Telkom 30 dibangun di atas empat pilar utama, yakni operational excellence, streamlining, unlocking value, serta perubahan model operasional perusahaan menuju strategic holding.
Empat Pilar Telkom 30
Pilar pertama adalah operational excellence. Melalui strategi ini, Telkom ingin menjadi perusahaan yang lebih disiplin, tangkas, dan berorientasi pada pelanggan.
Pilar kedua adalah streamlining atau penyederhanaan portofolio. Telkom akan lebih fokus pada bidang-bidang yang dinilai mampu menciptakan nilai terbesar bagi perusahaan, pemegang saham, dan negara.
Pilar ketiga adalah unlocking value, yaitu memaksimalkan potensi dari berbagai aset infrastruktur strategis.
Aset tersebut mencakup jaringan fiber, menara telekomunikasi, pusat data, hingga konektivitas internasional.
Pilar keempat adalah perubahan model operasional perusahaan menjadi strategic holding yang berfokus pada arah portofolio dan imbal hasil bagi pemegang saham.
"Telkom 30 adalah perjalanan lima tahun menuju 2030 dan dibangun di atas empat pilar fundamental, mulai dari operational excellence, streamlining, unlocking value, hingga perubahan model operasional," ujar Dian.
Perempuan yang mengenakan jilbab ini mengataka Telkom 30 pada akhirnya memiliki satu ambisi besar, yakni membawa perusahaan bergerak dari konektivitas dan infrastruktur menuju intelligence serta menciptakan berbagai kemungkinan digital untuk masa depan.