Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Jangan Tunggu Dibobol Baru Investasi Cybersecurity!

Jangan Tunggu Dibobol Baru Investasi Cybersecurity!


Adi Fida Rahman - detikInet

Securing cybersecurity, A Businesswoman protecting personal data on laptops and virtual interfaces, Preventing Online Theft, Cybersecurity concepts.
Jangan Tunggu Dibobol Baru Investasi Cybersecurity! Foto: Getty Images/Prae_Studio
Nusa Dua -

Telkom Indonesia mengingatkan perusahaan agar tidak menunggu serangan siber terjadi sebelum mulai serius berinvestasi di keamanan digital. Ancaman tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam IgnitePRO, side event baru dalam rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026.

IgnitePRO digelar untuk membahas bagaimana pelaku enterprise dapat memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), secara lebih optimal sekaligus mendapatkan hasil maksimal dari investasi digital mereka.

Chief Commercial Officer Telin Kharisma mengatakan IgnitePRO menjadi perluasan dari BATIC yang secara khusus menyoroti kontribusi penyedia layanan digital terhadap kalangan enterprise.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah perluasan daripada event BATIC untuk mungkin lebih banyak menyorot apa kontribusi dari digital provider terhadap enterprise supaya mereka bisa memanfaatkan, mengoptimalkan teknologi AI supaya mereka bisa lebih efektif dan juga mendapatkan return dari investasi di AI-nya dengan lebih maksimal," ujar Kharisma.

ADVERTISEMENT

IgnitePRO sendiri baru pertama kali digelar. Menurut Kharisma, forum ini muncul setelah adanya permintaan agar BATIC juga membahas kebutuhan bisnis enterprise secara lebih khusus.

Cybersecurity Jadi Isu Krusial

Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba mengatakan cybersecurity menjadi salah satu isu penting karena dampak serangan dapat meluas, terutama jika menyasar layanan esensial seperti perbankan dan keuangan.

"Kita tahu kalau ada breach, khususnya layanan-layanan yang esensial, mau banking, financial dan sebagainya, itu kan memberikan dampak yang sangat luas kepada pengguna," ujar Budi.

Menurutnya, perusahaan perlu mengikuti perkembangan teknologi keamanan terbaru dan memahami dampak yang bisa muncul jika perlindungan tidak dipersiapkan sejak awal.

BATIC 2026(kiri ke kanan) CCO Telin Kharisma, Director of Wholesale & International Service Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba, CEO Telin Abdul Rahman Ansyori. Foto: Novina

Budi menyoroti masih adanya kecenderungan perusahaan yang baru menyadari pentingnya keamanan siber setelah insiden terjadi.

"Kadang-kadang ini security kan kadang baru sadar itu perlu kalau sudah kejadian," katanya.

Karena itu, investasi cybersecurity menurutnya sebaiknya dilakukan sejak awal, bukan setelah perusahaan mengalami serangan.

"Bagaimana membuat mereka aware dari awal, ini adalah satu investasi yang harus dilakukan di awal dibandingkan dengan loss, baik dari sisi financial maupun dari image dan sebagainya yang terjadi ketika security breach itu terjadi," ujar Budi.

AI Bikin Ancaman Ikut Berkembang

Persoalan keamanan semakin penting seiring meningkatnya adopsi AI di kalangan perusahaan.

Kharisma mengatakan AI memiliki dua sisi. Di satu sisi teknologi ini dapat meningkatkan produktivitas, tetapi di sisi lain juga bisa memperkuat ancaman yang dihadapi perusahaan.

"Karena AI itu juga sebagai satu positif bisa meningkatkan produktivitas. Tapi dia juga bisa meningkatkan ancaman," katanya.

Menurut Kharisma, adopsi AI juga sangat dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan pengguna. Konsumen harus yakin teknologi yang digunakan perusahaan, terutama untuk layanan yang berkaitan dengan data maupun transaksi, dapat dipercaya dan terlindungi.

Karena itu, pengembangan AI di kalangan enterprise tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur. Aspek keamanan dan kepercayaan konsumen juga harus dibangun bersamaan agar teknologi tersebut dapat diadopsi secara lebih luas.



(afr/afr)




Hide Ads