Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dikejar Setoran, Penyedia Konten Jadi Terlalu 'Kreatif'

Dikejar Setoran, Penyedia Konten Jadi Terlalu 'Kreatif'


- detikInet

Jakarta - Para pemain di bisnis penyedia konten (content provider/CP) dituntut untuk mencapai target bisnis jika ingin tetap bertahan di industri ini. Hal itu, tak ayal membuat sebagian CP menjadi terlalu 'kreatif'.

Kreatifitas yang dimaksud disini bukanlah kreatifitas dalam arti sebenarnya, melainkan kekreatifan yang terkadang menjurus pada pelanggaran.

A. Haryawirasma Ketua Indonesia Mobile & Online Content Association (IMOCA) mengatakan, hal itu terjadi salah satunya akibat dari adanya tekanan target setoran dari operator sehingga membuatnya dituntut untuk kreatif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para CP selalu membuat kreativitas untuk mamasarkan layanannya. Namun, terkadang kreativitas yang dibuatnya terlalu kreatif," ujar pria yang akrab disapa Rasmo ini, dalam sebuah diskusi panel bertajuk 'Business Guidance of Mobile Content: Now or Never...!' yang diselenggarakan ICT Watch di Front Row Cafe Jakarta, Rabu (5/12/2007).

IMOCA sendiri, lanjut Rasmo, telah mempunyai aturan agar kekreatifan yang dilakukan anggotanya tidak melenceng. Bahkan, sekarang ini aturan tersebut sudah sampai pada tahap revisi 2.

Takaran Keseriusan

Menurut Judy Natasatria Adhitianto, anggota Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI), target yang dimaksud tersebut adalah ukuran kuota yang diukur dari revenue yang didapat para CP dari pelanggannya.

Ia mencontohkan di Indosat yang memiliki tiga kategori kerja sama bagi para CP. Untuk tingkat C, yang paling rendah, CP dipatok target revenue Rp 50 juta setiap bulannya dengan kompensasi pembagian 50-50. Artinya, jika CP tersebut suatu saat tidak mencapai targetnya dalam satu bulan, mereka tetap diwajibkan menyetor pembagian yang sudah ditetapkan operator.

Ditambah lagi, setiap enam bulan sekali kinerja para CP itu dievaluasi. Bagi yang tidak memenuhi batas minimal, Judi menegaskan, pihaknya tidak segan-segan untuk 'menendang' CP itu alias memutus kerjasama.

"Hal ini dilakukan untuk melihat keseriusan CP tersebut. Mereka memang mau dan serius atau tidak dalam menjalankan bisnisnya. Jadi bukan target hanya mengejar untung saja," tukas Judy yang juga menjabat Group Head Gaming & Content Indosat.

Meski demikian, ia pun mengakui akibat tekanan dikejar setoran ini ada beberapa CP yang akhirnya memilih cara yang terlalu 'kreatif' untuk menarik pelanggan, sehingga ujung-ujungnya melanggar aturan.Β  (ash/dwn)





Hide Ads