"Kompetisi seluler saat ini saja sudah mulai terasa emosinya dan ada 'tong kosong', jadi kita tidak berpikir untuk menambah operator seluler lagi," ujar Basuki Yusuf Iskandar, di sela-sela Konferensi Pers Rakornas Depkominfo, Jakarta, Selasa petang (27/11/2007).
Basuki mengatakan kompetisi seluler di pasar Indonesia berkembang lebih cepat dari yang diperkirakan. Sehingga untuk ke depannya bukannya pemain baru yang akan didorong, tetapi marketing dan konsolidasi seperti merger perusahaan untuk memperkuat operator yang sudah ada guna meningkatkan kualitas layanannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Basuki pun mengakui bahwa ada beberapa perusahaan yang sebenarnya sudah mengajukan izin untuk lisensi seluler, namun pihaknya menjelaskan kepada pemain tersebut bahwa pemain seluler sudah banyak dan frekuensinya terbatas.
Berapa banyak perusahaan baru yang mengajukan lisensi? Basuki enggan merincinya. Ia hanya mengatakan kebanyakan yang ingin mengajukan lisensi adalah perusahaan asing. (dwn/wsh)