Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Peta Penguasaan Frekuensi Telkomsel, Indosat, dan XLSmart di RI

Peta Penguasaan Frekuensi Telkomsel, Indosat, dan XLSmart di RI


Agus Tri Haryanto - detikInet

Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standarisasi Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi, Adis Alifiawan
Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standarisasi Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi, Adis Alifiawan. Foto: Agus Tri Haryanto/detikINET
Jakarta -

Bagi operator seluler, spektrum frekuensi merupakan aset paling berharga. Semakin besar dan merata kepemilikan frekuensi, semakin besar pula kemampuan operator menghadirkan layanan internet yang cepat dan berkualitas.

Lalu, seperti apa peta penguasaan spektrum oleh Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XLSmart saat ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Kepemilikan Spektrum Telkomsel

Telkomsel saat ini mengoperasikan spektrum di beberapa pita frekuensi, yaitu:

  • 900 MHz dengan lebar pita 30 MHz
  • 1.800 MHz dengan lebar pita 45 MHz
  • 2,1 GHz dengan lebar pita 40 MHz
  • 2,3 GHz dengan lebar pita 50 MHz

Total bandwidth Telkomsel: 165 MHz.

Kepemilikan Spektrum XLSmart

  • 800 MHz dengan lebar frekuensi 22 MHz
  • 900 MHz dengan lebar frekuensi 15 MHz (akan dikembalikan ke negara pasca merger paling lambat 14 Desember 2026)
  • 1.800 MHz dengan lebar pita 45 MHz
  • 2,1 GHz dengan lebar pita 30 MHz
  • 2,3 GHz dengan lebar pita 40 MHz

Total bandwidth XLSmart saat ini: 152 MHz.

Kepemilikan Spektrum Indosat Ooredoo Hutchison

Sementara itu, IOH menguasai spektrum di pita:

  • 900 MHz dengan lebar pita 25 MHz
  • 1.800 MHz dengan lebar pita 60 MHz
  • 2,1 GHz dengan lebar pita 50 MHz

Total bandwidth Indosat Ooredoo Hutchison: 135 MHz.

Rebutan 700 MHz & 2,6 GHz

Ketiga operator seluler tersebut saat ini sedang berebut blok kosong di lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Dalam lelang frekuensi 700 MHz, Komdigi membuka pemanfaatannya di rentang 703-738 MHz (uplink) yang berpasangan dengan 758-793 MHz (downlink) dengan total lebar pita 70 MHz. Sebagai pita frekuensi rendah, spektrum ini punya keunggulan sinyal lebih luas dan kemampuan penetrasi lebih baik ke dalam gedung maupun berbagai kondisi geografis.

Sementara itu, frekuensi 2,6 GHz merupakan pita frekuensi menengah yang memiliki kapasitas lebih besar untuk menampung trafik data tinggi. Frekuensi ini cocok digunakan di wilayah perkotaan yang padat penduduk dan memiliki kebutuhan internet besar, seperti kawasan bisnis, pusat perbelanjaan, kampus, hingga area industri. Total lebar pita 190 MHz yang dilelang di spektrum ini.

Dengan penambahan spektrum setelah lelang di kedua pita ini, maka total bandwidth yang digunakan operator seluler mencapai 712 MHz. Bila dilihat dari karakteristik 6G yang membutuhkan minimal lebar pita 200 MHz, maka tidak ada operator seluler RI yang mampu menghadirkan 6G dalam waktu dekat ini alias dibutuhkan spektrum terbaru lagi yang lebar pitanya lebih besar.

"Nggak ada satu pita frekuensi yang contigous, paling besar itu adalah lelang sekarang itu di 2,6 GHz itu nggak sampai 200 MHz. Jadi, kalau buat 6G itu nggak sampai buat satu operator," tutur Direktur Penataan Spektrum Frekuensi Radio, Orbit Satelit, dan Standarisasi Infrastruktur Digital, Kementerian Komdigi, Adis Alifiawan di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Kendati begitu, baik sokongan spektrum di frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz ini cocok untuk meningkatkan kualitas layanan 4G dan juga 5G di Indonesia.



(agt/afr)








Hide Ads