Kolaborasi kecerdasan buatan (AI) dan teknologi seluler ternyata dapat dijadikan kunci agar anak muda semakin kreatif. Hal ini dijabarkan oleh praktisi dan social entrepreneur, Donny Budhi Utoyo.
Penggiat Internet Sehat itu menuturkan bahwa AI bisa membantu anak muda menjadi lebih produktif dan lebih kreatif. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan AI dapat mempercepat proses mencari informasi, menyusun ide, menulis, hingga menyelesaikan pekerjaan berbasis pengetahuan.
"Namun, ada catatan penting. Penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa penggunaan AI yang terlalu pasif dapat membuat ide menjadi lebih seragam dan berpotensi mengurangi latihan berpikir mandiri. Sederhananya, AI bisa membantu menghasilkan lebih banyak ide, tetapi belum tentu membuat ide kita semakin beragam," ujar Donny BU.
Oleh karenanya, Donny melihat AI sebagai alat augmentasi, bukan substitusi. AI membantu memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya. Apabila seluruh proses berpikir diserahkan kepada AI, justru kemampuan kritis dan kreativitas manusia yang berisiko melemah.
"Saat ini, AI adalah salah satu perkembangan teknologi paling signifikan yang dapat membuka banyak peluang. Kalau melihat sejarah, hampir setiap era memiliki teknologi penting yang mengubah cara manusia hidup dan bekerja," terangnya.
"Smartphone membawa layanan digital ke genggaman setiap orang. Kini AI menjadi gelombang berikutnya," lanjutnya.
(ask/fay)