Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Apresiasi Konektivitas Digital
Sumedang Jadi Kabupaten Pelopor UMKM Digital
Apresiasi Konektivitas Digital

Sumedang Jadi Kabupaten Pelopor UMKM Digital


Tim - detikInet

Daftar pemenang penghargaan dalam acara Apresiasi Konektivitas Digital 2026 oleh BAKTI Komdigi dan Detikcom kategori Pemda.
Foto: Adi Fida/detikINET
Jakarta -

Apresiasi Konektivitas Digital 2026 oleh Bakti Komdigi dan Detikcom, diselenggarakan untuk memberikan panggung bagi individu, komunitas, hingga institusi yang berperan nyata dalam memperkuat konektivitas dan literasi digital di daerahnya masing-masing.

Dalam malam penganugerahan yang diselenggarakan di Hotel Sultan, Jumat (17/4/2026), Kabupaten Sumedang dinobatkan sebagai pemenang Kabupaten Pelopor UMKM Digital.

Kepemimpinan dan Inisiatif

Berdasarkan hasil konfirmasi, Pemerintah Kabupaten Sumedang memiliki komitmen kuat dalam mendorong UMKM naik kelas dan go-digital melalui kebijakan formal, program teknis, serta penguatan ekosistem digital daerah. Komitmen tersebut diperkuat dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Transformasi Digital sebagai landasan kebijakan, serta dorongan implementasi SPBE.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah secara aktif mendorong UMKM masuk ke marketplace dan e-katalog, memanfaatkan QRIS, serta terlibat dalam sistem pengadaan digital termasuk melalui kolaborasi dengan Mbizmarket.

Dukungan konkret diwujudkan melalui pelatihan digital marketing, pelatihan penggunaan AI untuk promosi dan manajemen usaha, pembekalan sistem informasi usaha, hingga pemberian smartphone kepada 350 pelaku UMKM. Fasilitasi legalitas usaha dilakukan melalui pendampingan NIB berbasis OSS sampai tingkat desa, sertifikasi halal dan PIRT bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan lembaga seperti UIN Sunan Gunung Djati, Salman ITB, UIN Kalijaga dan Istiqlal Halal Center.

ADVERTISEMENT

Pengembangan platform digital daerah juga menjadi inisiatif utama melalui platform Sipelaku (sipelaku.sumedangkab.go.id) sejak 2022 yang telah menghimpun 13.075 UMKM, serta integrasi layanan publik dan UMKM dalam aplikasi Tahu Sumedang dan layanan WAKEPO.

Dampak dan Capaian

Perkembangan UMKM go-digital di Sumedang meningkat secara bertahap sejak 2021 melalui program "UMKM Sumedang Go Digital" yang memasukkan sekitar 500 UMKM ke platform PADI serta pelatihan digital marketing. Pada 2025, tercatat 350 peserta mengikuti pelatihan digital marketing. Digitalisasi memperluas akses pasar melalui marketplace, katalog digital, media sosial, Google Maps, serta e-katalog lokal oleh-oleh Sumedang.

Dampak yang terlihat meliputi peningkatan omzet, perluasan pasar lintas daerah, peningkatan profesionalisme merek melalui foto dan deskripsi produk online, efisiensi operasional melalui QRIS dan aplikasi kasir digital, serta penguatan customer engagement melalui interaksi digital.

Infrastruktur pendukung seperti UMKM Center, Rumah Kemasan, Gerai UMKM (Gumasep, Gumayang, Gumasat, Gumujeung), Pusat Oleh-oleh Sumedang, serta Workshop Batik Geotheater Rancakalong memperkuat promosi, produksi, branding, hingga pemasaran digital. Platform Sipelaku yang telah menampung 13.075 UMKM menjadi basis data digital yang memperkuat pemetaan dan pembinaan UMKM berbasis sistem.

Keberlanjutan dan Ekosistem

Keberlanjutan program UMKM go-digital di Sumedang dibangun melalui penguatan kapasitas SDM, dukungan akses permodalan, serta kolaborasi multipihak. Pemerintah melalui DISKOPUKMPP sebagai pelaksana teknis, dengan arahan Bupati, berkoordinasi lintas OPD dan desa/kecamatan, serta bermitra dengan BUMN dan swasta seperti Telkom, Indosat, Pos Indonesia, Garuda Food, Coca-Cola Europacific Partners, Bank BJB, BRI, BNI, Mandiri, BSI, BTN, Pegadaian, LKM Sumedang, dan BUMDESMA melalui kegiatan Bursa Modal UMKM.

Penguatan ekosistem juga didukung oleh platform investasi SIX (Sumedang Investment Experience), portal pelatihan dan ketenagakerjaan SIPEDO, serta layanan terpadu UMKM Center sebagai laboratorium digital marketing dan inkubator usaha.

Strategi ini mencakup pendampingan UMKM Naik Kelas, integrasi pembayaran digital, konektivitas logistik, fasilitasi kemasan modern tanpa minimum order melalui Rumah Kemasan, serta pengembangan platform digital yang terus disesuaikan dengan kebutuhan pelaku UMKM, sehingga transformasi digital berjalan terarah dan berkelanjutan.




(fyk/fyk)







Hide Ads