Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
ST Telemedia 'Serang' Tarif Satu Rupiah XL

ST Telemedia 'Serang' Tarif Satu Rupiah XL


- detikInet

Jakarta - Entah kesal karena dipojokkan dengan pertanyaan seputar kartel tarif, Singapore Technologies Telemedia (STT) selaku pemilik saham mayoritas Indosat tiba-tiba malah mengomentari tarif Rp 1 per detik milik Excelcomindo Pratama (XL).SVP International Operation STT Jaffa Sany Ariffin merasa tidak diperlakukan adil jika anak-anak perusahaan Grup Temasek dituding melakukan monopoli telekomunikasi dengan tuduhan price fixing pada tarif seluler Indosat dan Telkomsel."Kami bisa membuktikan tarif yang diberikan Indosat jauh lebih murah ketimbang pemain seluler lainnya seperti XL. Bagaimana kami bisa dituduh melakukan monopoli atau kartel tarif, justru XL yang melakukan kecurangan dalam skema tarif satu rupiahnya," sergah Jaffa usai acara buka puasa bersama wartawan di Wisma Metropolitan, Jakarta, Rabu malam (26/9/2007).STT menilai, XL tidak transparan kepada pelanggannya dalam penawaran tarif Rp 1 per detik karena tidak menjelaskan secara rinci pada menit ke berapa tarif tersebut dapat dinikmati. "Tarif satu rupiah per detik XL baru berlaku setelah menit kedua. Artinya, pelanggan XL harus menghabiskan banyak pulsa terlebih dahulu selama dua menit pertama," ujarnya.Padahal, kata dia, rata-rata panggilan keluar (minute of usage) pelanggan XL hanya satu menit setiap harinya atau 30 menit per bulan. Angka itu, lanjut Jaffa, jauh lebih rendah ketimbang penggunaan yang dilakukan pelanggan Indosat dan Telkomsel."Pelanggan Indosat rata-rata melakukan panggilan keluar selama 1,5 menit per hari atau 48 menit per bulan, sedangkan pelanggan Telkomsel melakukan panggilan keluar sekitar 2 menit per hari atau 58 menit per bulan," klaim Jaffa. "Jadi, dengan rata-rata panggilan keluar satu menit per hari, mana mungkin pelanggan XL mendapatkan benefit satu rupiah per detik seperti yang dijanjikan," ketusnya.XL dianggap Jaffa telah berusaha mengelabui publik demi mempertahankan pelanggannya sekaligus menggenjot pelanggan baru, serta menekan jumlah kartu hangus (churn rate). "Dengan cara komersialisasi seperti ini, XL nampaknya mencoba untuk merebut pasar menengah ke bawah yang tidak begitu mengerti soal trik pemasaran macam ini," kata dia.Ketika dimintai konfirmasi seputar tudingan yang dialamatkan pada struktur tarif promosi XL, Head of Corporate Communication XL Myra Junor mengaku telah menjelaskan kepada regulator mengenai skema tarif Rp 1 per detik yang baru berlaku setelah dua menit pertama itu."Mereka mengerti dan tidak ada keberatan," klaim Myra. "Materi iklan XL ada yang bersifat national campaign dengan penjelasan bahwa pemberlakuan berdasarkan waktu dan lokasi yang berbeda. Sementara materi iklan yg berada di daerah akan merinci masa berlaku tarifnya, sifatnya localized advertising," imbuhnya.Edukasi PelangganMasih terkait soal tarif, Direktur Regional Sales PT Indosat Tbk Syakieb A. Sungkar sebelumnya juga mengatakan, kebanyakan operator sering menjual produk tertentu dengan keterangan yang tidak lengkap. "Karena biasanya di balik promosi tarif murah ternyata di dalamnya banyak berisi jebakan."Menghindari hal tersebut, Indosat berjanji akan terus mengedukasi masyarakat mengenai promosi tarif yang diberlakukan. "Kami berani bilang tarif Indosat lebih murah karena memang lebih murah, bahkan hingga 93% lebih murah dari kompetitor sejenis. Buktinya tarif seluler kami cuma Rp 50 per 30 detik, artinya satu menit tarifnya cuma Rp 100, dua menit tarifnya Rp 200, 3 menit tarifnya Rp 300," ujarnya. "Baik CDMA maupun GSM, tarif Indosat juga yang paling murah. Tarif CDMA kami hanya Rp 0,31 per detik, Rp 9,5 per 30 detik, dan Rp 19 per menit," katanya lagi.Syakieb menjelaskan, besaran tarif sangat dipengaruhi oleh investasi atau belanja modal, nilai penyusutan perangkat, dan jenis perangkat Base Transceiver Station (BTS) yang digunakan. Ia merasa Indosat tidak merasa terancam terhadap tarif promosi yang digencarkan kompetitornya dalam mendulang pelanggan. "Karena selain menawarkan tarif murah, kami juga mengandalkan kualitas jaringan. Oleh sebab itu kami tetap optimistis," tandasnya. (rou/ash)





Hide Ads