Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Telkomsel Proyeksikan 18 juta Pelanggan 3G di 2010

Telkomsel Proyeksikan 18 juta Pelanggan 3G di 2010


- detikInet

Singapura - Telkomsel memproyeksikan pelanggan 3G-nya mencapai 18 juta atau sekitar 30% dari total 60 juta pelanggannya di 2010. Pada tahun tersebut pengguna selular di Indonesia diperkirakan mencapai 120 juta dengan tingkat teledensitas sekitar 50% dari jumlah penduduk.Direktur Utama PT Telkomsel, Kiskenda Suriahardja, mengungkapkan hal tersebut ketika berbicara mewakili Indonesia pada forum CommunicAsia Summit 2007 di Suntec City Convention Center, Singapura, baru-baru ini.Forum tersebut dihadiri para CEO dan Top Manajemen dari berbagai negara di Asia yang berdiskusi dan berbagi pengalaman tentang perkembangan teknologi informasi dan pasar telekomunikasi di negaranya masing-masing. Dalam presentasinya: Strategy for deployment 3G Network and Launching 3G Services In Fast Growing 2G Markets, Kiskenda memaparkan mengapa 3G di beberapa negara kurang sukses."Teknologi di tahun 2003 masih belum siap, standar 3G belum jelas, ketersediaan ponsel 3G masih sedikit, harus ganti kartu, terlalu menjual teknologi namun minim aplikasi dan konten, harganya terlalu tinggi, target pasarnya terlalu segmented tidak masif, dan pasar belum teredukasi secara baik."Kiskenda yakin 3G di Indonesia sangat berpeluang untuk menangguk sukses karena kebutuhan akan akses broadband nirkabel menjadi solusi keterbatasan fixed broadband, serta karakter masyarakat Indonesia yang menyukai produk teknologi terkini dan selalu ingin mencoba inovasi baru."Sebelum 3G diluncurkan sudah ada 500.000 pengguna ponsel 3G sebelum layanan itu diluncurkan. Potensi pasar sangat besar, lima persen saja dari 200 juta populasi penduduk yang menggunakan 3G maka jumlahnya sudah 10 juta lebih," kata dia.Pun ia mengatakan, kehadiran 3G menjadi solusi masalah pembajakan konten. Sarana akses 3G dianggap dapat menjadi media yang aman untuk mendistribusi konten yang legal sekaligus meningkatkan pendapatan bagi pihak-pihak yang terlibat.Tiga FaseKiskenda memaparkan, babakan baru era 3G di Indonesia terbagi dalam tiga fase, yakni tahapan sebelum komersialisasi, fase komersialisasi, serta fase ekspansi dan migrasi.Pada fase komersialisasi, mulanya, perkembangan 3G memang lebih lambat dibanding GSM. Namun pada fase selajutnya pertumbuhan 3G akan melaju dengan sangat cepat seiring dengan meningkatnya coverage dan kualitas jaringan, konten layanan yang makin beragam, harga ponsel yang makin terjangkau dan terjadinya migrasi pelanggan dari GSM eksisting. Hal itu jauh berbeda dengan kondisi pada era GSM di mana operator perlu merintis jaringan dan pelanggannya murni merupakan pelanggan baru."Hal tersebut juga tergambar dari pertumbuhan pelanggan 3G Telkomsel yang semakin hari bertambah cukup pesat, di mana hanya dalam waktu 9 bulan sejak diluncurkan 14 September 2006 telah mencapai lebih dari 2,5 juta dengan komposisi Simpati 55 persen, Kartu As 32 persen dan kartuHALO 13 persen, serta diperkirakan terus tumbuh menjadi 18 juta pelanggan di tahun 2010," tutur Kiskenda.Dari sisi konten, lanjut dia, saat ini Telkomsel telah menghadirkan ratusan konten hasil kerjasama dengan 20 content provider, di mana animo pelanggan yang sangat besar ada pada fasilitas video call (63%) dan Mobile TV (37%). Sedangkan minat untuk layanan konten tertinggi TV Channel (31%), disusul Entertaiment (21%), Religius (15%), dan Anak-anak (11%). ARPU (average revenue per user) 3G Telkomsel berkisar US$ 7-8 atau Rp 60 ribu - Rp 70 ribu per bulan.Data UMTS forum menyebutkan saat ini 159 negara telah mengimplementasikan 3G (WCDMA dan HSDPA), di mana jumlah pelanggan 3G di seluruh dunia akhir 2006 mencapai 100 juta atau tumbuh 100% dari tahun 2005. Dan tahun 2007 ini diperkirakan tumbuh 200% menjadi 200 juta, dan di akhir 2010 mencapai 600 juta pelanggan 3G. (rou/rou)







Hide Ads