Asia Miliki 25% Pangsa Pasar Peluncuran Satelit
- detikInet
Jakarta -
Peluncuran satelit di dunia sebagian besar masih dilakukan oleh negara barat. Kawasan Asia hanya memiliki 25 persen pangsa pasar secara global dalam industri ini.Hal itu diungkapkan Richard Bowles, Direktur wilayah Asia Tenggara Arianespace, perusahaan pelayanan dan solusi peluncuran roket, kepada para wartawan di Hotel Le Meridien Jakarta, (13/6/2007).Bowles menjelaskan, meski saat ini pangsa pasar Asia hanya 25 persen namun wilayah ini dianggap berpotensi untuk terus berkembang di industri peluncuran satelit.Pasalnya, negara-negara di Asia saat ini dianggapnya lebih kuat dibandingkan beberapa tahun lalu. Mereka sudah mempunyai pemasukan yang tinggi dan dilihat dari populasi penduduknya, Asia juga dinilai lebih memiliki keragaman yang mendorong dalam kebutuhan terhadap satelit."Penduduk Asia nantinya akan mendorong permintaan satelit karena kebutuhan komunikasi, penyiaran yang menjadi potensi perkembangan peluncuran satelit negara Asia," ujar Bowles.Lalu bagaimana dengan Indonesia? Negara kita di mata Bowles juga punya prospek untuk tumbuh. "Dalam 10 tahun terakhir jumlah operator yang memiliki kebutuhan satelit terus bertambah. Dulu mungkin hanya punya satelit Palapa, sekarang Telkom saja sudah punya dua satelit," tukasnya.Terlebih, lanjut Bowles, kini sudah ada teknologi peluncuran ganda yang dimiliki Arianespace. Yaitu, dalam satu kali peluncuran dapat disertakan dua satelit yang terdiri dari 1 satelit besar dan 1 satelit kecil.Hal inilah yang membuka peluang untuk negara-negara Asia yang tadinya tidak memungkinkan memiliki satelit sekarang bisa mewujudkan karena biayanya bisa patungan, yang tentunya lebih murah "Operator-operator punya harapan untuk tumbuh dan memiliki satelit baru, hal ini sebelumnya tergolong sulit namun sekarang sudah memungkinkan karena ada peluncuran ganda," tandasnya.
(ash/ash)