Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Indosat Sangkal Jadi Penyebab Lepasnya Slot Orbit Satelit

Indosat Sangkal Jadi Penyebab Lepasnya Slot Orbit Satelit


- detikInet

Jakarta - PT Indosat Tbk selaku salah satu pengelola slot orbit satelit di tanah air menyangkal jadi penyebab lepasnya slot orbit satelit 150,5o Bujur Timur (BT) dari genggaman Indonesia.Division Head of Public Relation PT Indosat, Adita Irawati, mengklarifikasi bahwa pihaknya sudah menyampaikan rencana bisnis dan semua persyaratan administratif tepat waktu kepada pemerintah sebagai wujud komitmen perusahaan untuk mengelola slot orbit tersebut.Sedangkan filling atau pelaporan ke lembaga International Telecommunication Union (ITU), menurut Adita, adalah hal yang menjadi kewenangan pemerintah melalui Ditjen Postel. "ITU hanya mengenal entitas negara dalam hal slot satelit, dan bukan operator," tegasnya dalam pesan singkat yang diterima detikINET, Selasa (29/5/2007).LalaiPernyataan Adita tersebut untuk menjawab pernyataan Direktur Kelembagaan Internasional Ditjen Postel, Ikhsan Baidirus, yang mengungkapkan bahwa ITU sebagai pemegang otoritas telekomunikasi dunia telah mencabut hak slot orbit satelit 150,5o BT dari Indonesia sejak 2005 lalu karena kelalaian Indosat."ITU menilai Indonesia tidak mampu memanfaatkan slot orbit itu sehingga dicabut dari Indonesia," jelas Ikhsan ketika dihubungi wartawan via ponsel, Senin (28/5/2007),Kehilangan slot orbit ini tentunya sangat merugikan bagi Indonesia, karena kebutuhan transponder satelit masih tinggi, yaitu sekitar 120-140 transponder. Padahal, yang tersedia saat ini hanya sekitar 80 transponder satelit.Kebutuhan akan transponder ini demi kepentingan penyiaran, telekomunikasi, dan internet. Untuk seluler, Indonesia membutuhkan 8 satelit yang berkapasitas 24-48 transponder. Tapi slot orbit yang tersedia hanya 5 slot hingga 2010.Sejatinya, hak pengelolaan slot orbit satelit 150,5o BT diberikan kepada Satelindo. Namun sejak perusahaan itu bergabung dengan Indosat, rencana pengembangan satelit ditengarai makin menghilang karena anak perusahaan STT Telemedia dari Singapura itu hanya fokus mengembangkan layanan seluler. (rou/dbu)





Hide Ads