Sambungan Telepon Jabodetabek Hampir Habis
- detikInet
Jakarta -
PT Telkom Tbk pada 2007 ini hanya menyediakan 200 ribu satuan sambungan telepon (sst) telepon kabel (wireline) di area Jabodetabek. Sekitar 150 ribu sst di antaranya sudah terjual.Hal itu diungkap Executive General Manager Divre II PT Telkom, Adeng Achmad. Menurutnya, Telkom cuma menargetkan pelanggan wireline sekitar 1,16 juta nomor hingga akhir 2007."Jumlah pelanggan wireline di Divre II hingga kuartal I 2007 telah mencapai 1,11 juta sst, tumbuh 0,8 persen dibanding periode sama 2006," ujarnya pada wartawan di kantornya, Grha Citra Caraka, Senin (21/5/2007).Adeng mengatakan, pemasaran saluran telepon kabel itu akan difokuskan kepada pelanggan korporat atau konsumen yang diperkirakan bakal mengkonsumsi rata-rata pulsa (average revenue per user/ARPU) tinggi setiap bulannya.Telkom, menurutnya, tetap akan mengembangkan layanan telepon tetap kabel, namun karena biaya (cost) pembangunan jaringan yang tinggi maka lebih memilih mengembangkan layanan FWA."Rasio biaya penggelaran jaringan telepon tetap kabel dibanding FWA adalah 1:5, sehingga secara bisnis saat ini lebih menguntungkan menawarkan FWA," katanya.Sejatinya, menurut Adeng, layanan telepon tetap kabel merupakan salah satu produk unggulan dalam jangka panjang karena dengan menggunakan serat optik tembaga berbagai fasilitas atau layanan dapat diberikan kepada pelanggan.Layanan suara (voice) merupakan salah satu fitur, namun ke depan layanan lainnya seperti download data, internet pita lebar berkecepatan tinggi (broadband), televisi berbasis internet protokol (IPTV) dapat dinikmati melalui telepon tetap kabel.Bahkan, lanjut Adeng, sekitar 60% jaringan kabel tembaga milik Telkom di Jakarta telah dapat dikembangkan dengan layanan tersebut, namun tinggal menunggu kontennya saja.Ia menuturkan layanan telepon tetap kabel dan FWA masih memberi sumbangan terbesar terhadap total pendapatan Divre II, atau mencapai sekitar 50% dari total pendapatan yang mencapai sekitar Rp 2 triliun.Disusul pendapatan Interkoneksi sekitar 32%, selanjutnya pendapatan jasa Multimedia Data dan Internet mencapai 10%, sedangkan 8% sisanya merupakan pendapatan lain-lain.Khusus pelanggan FWA di Divre II yang membawahi wilayah Jabotabek ini, hingga kuartal I 2007 jumlahnya mencapai 1,11 juta nomor, tumbuh 62,8% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Di akhir 2006, pelanggan FWA Telkom di Divre II tercatat sekitar 800 ribu nomor.
(rou/rou)