'Mohon Tidak Matikan Ponsel Anda Selama Penerbangan'
- detikInet
Jakarta -
Menggunakan ponsel saat menggunakan penerbangan komersial selama ini dilarang karena masalah keamanan dan kenyamanan. Meskipun demikian, sejumlah maskapai penerbangan justru giat mengupayakan agar penumpang bisa tetap memakai ponsel mereka saat di udara. Sebagai bagian dari upaya itu, beberapa maskapai penerbangan akan mulai menggelar uji coba penggunaan ponsel pada penerbangan komersial. Maskapai Qantas, dari Australia, akan memulainya dengan uji coba layanan SMS dan e-mail saja.Seperti dikutip detikINET dari Cnet, Selasa (24/4/2007), Qantas telah diberi 'lampu hijau' untuk melakukan pengujian tersebut dari Australian Communications and Media Authority. Pengujian hanya dibatasi pada satu kapal saja, sebuah Boeing 767 untuk penerbangan antar kota dalam negeri Australia. Menurut jurubicara Qantas, setelah masa uji coba tiga bulan itu selesai Qantas akan mempertimbangkan uji coba untuk layanan suara. Penumpang harus mengaktifkan roaming internasional pada ponsel GSM untuk bisa menikmati SMS di udara, sedangkan untuk e-mail cukup dengan koneksi GPRS. Di Perancis uji coba serupa juga akan digelar oleh Air France mulai bulan Juli 2007. Bedanya, uji coba yang dilakukan Air France akan mencakup panggilan suara. Seperti dikutip detikINET dari Silicon.com, Selasa (24/4/2007), uji coba akan dilakukan Air France pada satu pesawat tipe Airbus A318 untuk penerbangan jarak dekat. Pada tiga bulan pertama uji coba hanya dibatasi untuk SMS dan e-mail, sedangkan tiga bulan berikutnya uji coba mencakup layanan suara. Uji coba suara itu akan menjadi pertama kalinya penumpang penerbangan komersial tidak dilarang menggunakan ponsel saat penerbangan. "Setelah enam bulan itu, kami akan putuskan untuk seluruh penerbangan kami," ujar juru bicara Air France. Maskapai lain yang telah berminat untuk menyediakan layanan berponsel di udara termasuk BMI (Inggris), Emirates (Uni Emirat Arab), dan budget airline Ryanair (Irlandia). Layanan ponsel pada penerbangan komersial dimungkinkan dengan sebuah perangkat pico cell yang tersambung dengan 'antena kabel' sepanjang badan pesawat. Sinyal yang diterima kemudian dikonversi, dikirimkan ke satelit, baru dialirkan ke jaringan di darat. Maskapai diperkirakan akan memungut biaya untuk setiap panggilan yang dilakukan penumpang.Tetapi sebelum penelitian tentang keselamatan penggunaan ponsel di dalam pesawat tuntas dilakukan, ada baiknya memang kita berjaga-jaga. Tetap ikuti petunjuk keselamatan penerbangan yang tengah berlaku, termasuk jika diharuskan mematikan ponsel.
(wsh/dbu)