Bank Dunia Kucurkan Rp 1,49 T untuk Koneksi Internet
- detikInet
Nairobi -
Bank Dunia menyetujui pembiayaan sebesar US$ 164,5 juta atau sekitar Rp 1,49 triliun (US$ 1=Rp 9090 sumber:detik.com) kepada 3 negara di Afrika yaitu Kenya, Burundi dan Madagaskar. Menurut Bank Dunia, pembiayaan sebesar itu akan digunakan untuk penyediaan koneksi Internet berkecepatan tinggi.Ketiga negara ini adalah bagian dari inisiatif regional yang melibatkan lebih dari 20 negara untuk memasang kabel serat optik bawah laut yang menghubungkan Afrika Selatan dan Sudan.Reuters yang dikutip detikINET, Rabu (4/4/2007) melansir, dibanding negara lain di seluruh dunia, hanya tiga negara itulah yang tidak terhubung dengan infrastruktur broadband dunia. Akibatnya biaya sambungan telepon serta akses Internet menjadi sangat mahal."Lingkungan bisnis di sana tidak dapat berkompetisi dalam ekonomi dunia, mahasiswanya menderita karena tak mampu mengakses Internet dan jajaran pemerintahan tak bisa saling berkomunikasi, juga dengan warganya karena mereka tak saling terhubung," ujar Bank Dunia dalam sebuah pernyataan.Bank Dunia menyebut salah satu pengusaha Kenya terpaksa harus membayar US$ 17 ribu atau sekitar Rp 154,5 juta kepada 25 agen hanya untuk melakukan panggilan dari Kenya. Harga ini sangat mahal jika dibandingkan panggilan di negara lain yang hanya membayar sekitar US$ 600 atau Rp 5,4 juta hingga US$ 900 atau sekitar Rp 8,1 juta.Kenya dan Madagaskar masing-masing akan mendapat pinjaman sebesar US$ 114,4 juta atau sekitar Rp 1,03 triliun dan US$ 30 juta atau sekitar Rp 272,7 miliar sementara sisanya, US$ 20,1 juta atau sekitar Rp 182,7 miliar dipinjamkan untuk Burundi. Jumlah dana yang dipinjamkan tersebut merupakan kucuran pertama dari total anggaran sebesar US$ 424 juta atau sekitar Rp 3,8 triliun yang dimiliki program Regional Communications Infrastructure Program (RCIP).
(lni/lni)