Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bangun Telepon Desa, 'Gratis' Frekuensi Wimax

Bangun Telepon Desa, 'Gratis' Frekuensi Wimax


- detikInet

Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi (Postel) menawarkan insentif berupa alokasi frekuensi di pita 3,3 GHz bagi pemenang tender pembangunan telepon pedesaan Universal Service Obligation (USO) yang akan digelar bulan April 2007 ini. Dirjen Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar mengatakan pita frekuensi yang menjadi insentif tersebut boleh digunakan untuk penyelenggaraan akses seluler maupun akses pita lebar nirkabel (Broadband Wireles Access/BWA). "Tapi di frekuensi 3,3 GHz itu lebih baik digunakan untuk Wimax daripada seluler," ujar Basuki di sela-sela Selular Forum yang digelar di Gran Melia, Jakarta, Selasa (3/4/2007). Basuki menyebutkan, lisensi tersebut digunakan untuk memancing lebih banyak investor untuk menggarap proyek USO yang akan digelar di 11 blok wilayah di Indonesia. Pembangunan USO akan dilakukan di 18.000 desa yang belum terjangkau infrastruktur telekomunikasi dasar. Pemerintah melakukan hal ini agar tender USO lebih menarik. "Habis saya bingung, kalau USO kayaknya investornya kurang. Kalau Wimax kok banyak sekali yang mau?" tukasnya. Basuki menilai Indonesia seharusnya tidak terburu-buru dalam mengadopsi teknologi 'milik orang lain' seeprti Wimax. "Sadar nggak sih kalau sebenarnya kita ini sudah lost satu generasi hanya untuk mengadopsi teknologi orang lain," ia menambahkan. Postel belum menetapkan berapa banyak kanal yang akan diberikan di 3,3 GHz bagi pemenang tender USO. Frekuensi 3,3 GHz itu sebenarnya hendak ditenderkan oleh Postel tahun ini. Namun tender tersebut ditunda demi memberi kesempatan industri lokal ikut berperan dalam Wimax. (wsh/wsh)




Hide Ads