Analis Rekomendasikan Saham Bakrie Telecom
- detikInet
Jakarta -
Kabar tentang minat SK Telecom membeli sebagian saham Bakrie Telecom (Btel), serta rencana pengembangan bisnis dan jaringan secara nasional, membuat analis merekomendasikan saham operator Esia dan Wifone tersebut.Lembaga keuangan Morgan Stanley mengatakan tahun 2007 ini sebagai The Year of Expansion alias tahun pengembangan jaringan Btel. Dalam laporannya yang dirilis pada 16 Februari 2007 dikatakan, Btel akan segera membuka layanan secara nasional sehingga total pada akhir tahun terdapat 34 kota yang akan dilayani. "Prioritas utama akan diberikan pada wilayah Jawa Timur, meskipun penambahan jumlah pelanggan tetap akan didapat dari wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten," tulis lembaga keuangan itu.Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Btel awal Februari lalu, Presiden Direktur Btel Anindya N Bakrie, mengungkapkan target jumlah pelanggan Btel untuk 2007 adalah 3,6 juta pelanggan. Dari jumlah tersebut, 3,1 juta berasal dari wilayah Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Sedangkan 500 ribu sisanya akan didapat dari kota-kota nasional yang akan dibuka.Untuk mendukung pengembangan jaringan tersebut, Btel telah mempersiapkan anggaran belanja (capital expenditure/Capex) sebesar US$ 220 juta atau sekitar Rp 2 triliun dengan proporsi sekitar 60% untuk pembiayaan infrastruktur, backbone transmisi jaringan dan membangun sistem teknologi informasi. Sedangkan 40% sisanya dialokasikan untuk peralatan jaringan seperti, Mobile Switching Center (MSC), Base Station Controller (BSC), dan Base Transceiver Station (BTS). Lebih jauh laporan Morgan Stanley menyatakan, pencapaian positif Btel di 2006 merupakan landasan bagi operator tersebut untuk berkembang lebih jauh. Setelah mencatatkan laba bersih untuk pertama kalinya di 2006, Btel kemudian menetapkan target pendapatan perusahaan sebesar Rp 1,6 triliun dengan 35-36% EBITDA margin.Laporan senada juga diberikan oleh riset CLSA. Analis CSLA Wilianto Ie dalam tulisannya menyebutkan, Btel berpeluang untuk menggandakan pendapatannya mengingat langkah agresifyang membuka jaringan di kota-kota baru setelah mendapatkan lisensi nasional pemarintah pada Desember 2006. Dalam laporan riset itu disebutkan, Btel akan memfokuskan perluasan jaringannya pada 3 tipe kota, yaitu kota-kota besar dimana tingkat kepadatan penduduk tinggi seperti Surabaya, kota-kota yang penduduknya sensitif harga seperti Solo, dan captive market atau kota-kota dimana kelompok usaha Bakrie memiliki unit usaha ditempat tersebut sehingga dapat memanfaatkan jumlah karyawannya yang besar sebagai basis pelanggan. Wilianto mengatakan, strategi pengembangan seperti itu akan memungkinkan Btel mendorong tingkat pertumbuhan pelanggan hingga 3 kali lipat atau 4,5 juta dalam dua tahun mendatang. "Melihat kinerja dan potensi tersebut, tak mengherankan jika kedua lembaga keuangan tersebut merekomendasikan investor untuk mengkoleksi saham Btel," tukas Anindya, Selasa (27/2/2007).
(rou/rou)