SMS Hasilkan Rp 475 Triliun di 2007
- detikInet
Jakarta -
Meski murah, pesan singkat via ponsel, atau biasa disebut SMS (short message service), memang bukan bisnis kecil. Penelitian dari Portio Research yang berjudul Mobile Messaging Futures menemukan, pada 2006 SMS telah menghasilkan US$ 47,5 miliar atau sekitar Rp 430 triliun di seluruh dunia (US$ 1=Rp.9060 sumber:detik.com). Selain itu, diprediksi layanan SMS akan mencapai angka US$ 52,5 miliar atau sekitar Rp 475 triliun pada 2007.Portio Research meramalkan, SMS yang dikirimkan pada tahun 2012 bakal mencapai 3,7 triliun pesan. Jika angka itu terbukti, maka pendapatan dari SMS akan menjadi US$ 67 miliar atau sekitar Rp 607 triliun.Kepada Vnunet.com, yang dikutip detikINET, Rabu (21/2/2007), John White, manajer pengembangan bisnis di Portio Research mengungkapkan pertumbuhan SMS tumbuh lebih pesat dari pendapatan akibat makin murahnya tarif.Penelitian tersebut juga memprediksi kesuksesan layanan pesan mobile lain seperti pesan instan dan e-mail mobile. Walau begitu, SMS tetap saja belum dapat dikalahkan. Kecuali, pada 2011, yang diramalkan akan terjadi penuruan volume SMS dan pendapatannya akibat layanan-layanan tersebut.Di luar perkiraan, pendapatan dari SMS di negara maju tidak mengalami penurunan tapi justru tetap meningkat. Di Amerika Serikat misalnya, lalu lintas SMS saat ini sudah melonjak lebih tinggi dari yang diperkirakan. Konon, menurut Portio Research, setiap 5 menit ada 2.267 orang di Asia yang membeli ponsel pertama mereka. Data yang diperkirakan akan tetap berlaku hingga 6 tahun ke depan ini berarti pertambahan sekitar 1,4 miliar pelanggan baru bagi operator telekomunikasi. Tak heran jika Asia kemudian dijuluki 'surga SMS'.
(lni/wsh)